13 Makanan Penambah Darah, Daging Merah sampai Bayam

Jakarta, c4d-forum.de

Makanan penambah darah kerap dicari oleh para penderita anemia atau kondisi saat tubuh kekurangan sel darah merah.

Sebab ketika anemia, seseorang akan mudah lelah, pucat, sesak napas, hingga mudah sakit kepala. Selain mengonsumsi suplemen, para penderita anemia bisa mengonsumsi makanan penambah darah.

Jenis makanan penambah darah sebenarnya ada banyak. Bahkan, kerap dikonsumsi sebagai menu sehari-hari.

Beberapa bahan makanan penambah darah juga sudah menjadi menu sarapan sampai makan malam masyarakat sehari-hari. Hanya saja, mungkin belum disadari, sehingga jumlah dan frekuensi konsumsinya masih kurang.

Makanan Penambah Darah




Ilustrasi. Makanan penambah darah (iStockphoto/mythja)

Berikut 13 makanan penambah darah yang bisa penderita anemia konsumsi. Berbagai makanan ini juga baik dikonsumsi oleh Anda yang tak menderita anemia agar kecukupan sel darah merah terus terjaga.

Berikut daftarnya, dirangkum dari berbagai sumber.

1. Daging merah

Mengutip Healthline, daging merah adalah makanan yang dapat menaikkan kadar hemoglobin (hb) darah.

Daging merah seperti daging sapi, kambing, maupun daging merah lainnya merupakan sumber zat besi tinggi yang mudah dicerna tubuh.

Daging merah mempunyai kandungan zat besi mencapai 2,7 miligram per 100 gram atau bisa mencukupi 15 persen kebutuhan zat besi harian. Selain itu, daging merah juga mengandung vitamin B12 yang baik untuk produksi sel darah merah.

2. Jeroan

Tak hanya daging merah, jeroan pada sapi dan kambing rupanya juga punya kandungan zat besi yang bisa menjadi makanan penambah darah. Jeroan terdiri atas hati, jantung, sampai otak.

Kandungan zat besi pada hati sapi misalnya mencapai 6,5 mg per 100 gram. Selain jeroan sapi dan kambing, Anda juga bisa memakan hati ayam yang punya kandungan zat besi 15,6 mg per 100 gram.

Jeroan juga punya kandungan asam folat, vitamin B12, dan vitamin A yang penting untuk mendukung sel darah merah di dalam tubuh.

3. Daging unggas




Fried chicken breasts on vegetable oil, iron cast panIlustrasi. Daging ayam dan unggas lainnya termasuk makanan penambah darah (Istockphoto/Getty Images/Bartosz Luczak)

Makanan penambah darah hb atau hemoglobin selanjutnya adalah daging unggas, seperti daging ayam, bebek, sampai burung.

Kandungan zat besi pada 100 gram daging unggas bisa memenuhi sekitar 13 persen kebutuhan zat besi harian tubuh.

4. Makanan laut

Makanan penambah darah berikutnya adalah makanan laut. Anda bisa memakan ikan tuna, kerang, dan tiram.

Beberapa makanan laut punya kandungan zat besi, tembaga, dan vitamin B12 yang baik untuk menambah darah.

5. Telur ayam




Ilustrasi telur mata sapiIlustrasi. Telur ayam termasuk makanan penambah darah (Foto: Foodies Feed)

Telur ayam juga baik untuk para penderita anemia. Sebab, satu telur rebus matang mengandung 1 mg zat besi. Tak hanya itu, telur juga kaya protein dan mineral.

6. Tahu

Makanan yang terbuat dari kedelai ini juga mengandung zat besi yang diperlukan tubuh untuk membentuk sel darah merah. Kandungan zat besi pada setengah porsi tahun mencapai 3 mg.

7. Sereal




Ilustrasi SerealIlustrasi. Sereal termasuk makanan penambah darah (Foto: ImagesBG/Pixabay)

Makanan penambah darah selanjutnya adalah sereal. Selain itu, sereal juga mengandung vitamin B6 dan vitamin B12 yang baik untuk produksi sel darah merah di dalam tubuh.

8. Kacang-kacangan dan biji-bijian

Kacang mete, kedelai, biji bunga matahari, sampai biji labu juga memiliki kandungan zat besi.

Selain itu, kacang-kacangan dan biji-bijian memiliki kandungan asam folat dan vitamin B6 yang juga diperlukan oleh penderita anemia.

9. Bayam dan sayuran hijau lainnya




Ilustrasi SayuranIlustrasi. Bayam dan sayuran hijau lainnya termasuk makanan penambah darah (kkolosov/Pixabay)

Sayur penambah darah adalah bayam. Kandungan zat besinya tinggi dan dilengkapi dengan asam folat serta vitamin B6.

Tak hanya bayam, sayuran hijau lainnya juga bisa menjadi sumber penambah darah, misalnya brokoli, kangkung, kale, daun singkong, dan lainnya, merujuk Medical News Today.

10. Buah bit dan buah naga

Buah yang bisa menambah darah di antaranya adalah buah bit dan buah naga. Daging kedua buah yang berwarna merah menjadi jawaban dari kandungan zat besi di dalamnya.

Jika kurang suka memakan secara langsung, Anda bisa membuat jus buah penambah darah dari kedua buah tersebut.

Selain buah bit dan buah naga, Anda juga bisa mengonsumsi semangka, alpukat, anggur, pisang, murbei, sampai leci sebagai makanan penambah darah.

11. Makanan terfortifikasi




Kefir, milk or Turkish Ayran drink are poured into a glass cup from a bottle. A glass stands on a wooden stand on a rustic wooden table. Place for text.Ilustrasi. Makanan terfortifikasi seperti roti dan susu termasuk makanan penambah darah (iStockphoto/Elena Medoks)

Makanan terfortifikasi adalah makanan yang sudah mendapat berbagai tambahan nutrisi di dalamnya, termasuk zat besi. Misalnya, susu, tepung, roti, bumbu masakan, bubur bayi, dan lainnya.

Anda bisa memeriksa kandungan zat besi dan vitamin lain yang penting untuk menambah darah di label kotak makanan tersebut.

12. Cokelat hitam

Siapa sangka camilan cokelat hitam alias dark chocolate juga punya kandungan zat besi? Kandungannya berkisar 3,4 gram pada 1 ons cokelat hitam.

Tak hanya itu, cokelat hitam juga punya kandungan tembaga yang penting untuk penderita anemia.

13. Ubi jalar




Ilustrasi ubi unguIlustrasi. Ubi jalar ungu termasuk makanan penambah darah (Istockphoto/ Nungning20)

Ubi jalar ungu juga merupakan makanan penambah darah karena punya kandungan nutrisi yang bisa mengaktifkan sel-sel darah merah di dalam tubuh, sehingga dapat mengatasi anemia.

Selain itu, makanan penambah darah ini juga punya kandungan kalium yang bisa menjaga tekanan darah.

(uli/fef)

[Gambas:Video CNN]



Baca Juga :  5 Cara Memutihkan Selangkangan yang Hitam