2 Gejala Paling Umum Omicron BA.4 & BA.5, Waspada di Dekat Orang Batuk

Jakarta, c4d-forum.de

Kasus Omicron BA.4 dan BA.5 telah melanda di Indonesia. Saat ini total ada 57 pasien yang didiagnosis terpapar subvarian ini.

Dokter spesialis paru Erlina Burhan dari RSUP Persahabatan Jakarta mengatakan, Omicron subvarian BA.4 dan BA.5 ini memang mirip dengan Omicron yang lebih mudah menular namun gejalanya cukup ringan.

Ada dua gejala yang paling umum dan sering dikeluhkan pasien terpapar subvarian ini. Mereka kata Erlina rata-rata mengalami batuk dan sakit tenggorokan.

“Dua keluhannya, sakit tenggorokan dan batuk. Kalau Delta dulu itu kan demam, ini tidak. Justru batuk dan sakit tenggorokan saja,” kata Erlina dalam acara yang digelar IDI, Selasa (21/6).

Dua gejala ini memang sangat mirip dengan flu biasa sehingga kerap disepelekan oleh masyarakat sehingga menganggap dirinya tidak terpapar Covid-19 dan enggan melakukan pemeriksaan. Padahal kata Erlina, sangat penting untuk masyarakat tetap melakukan pemeriksaan sekecil apapun gejala yang dialami.

“Karena mirip flu, orang malas lakukan SWAB. Padahal ini penting untuk tracing dan pengobatan yang tepat,” katanya.

Jangan sampai kata Erlina, pasien baru datang ke rumah sakit saat gejala Covid-19 yang dialaminya memburuk. Sebab meskipun di awal hanya terasa batuk dan pilek, jika mulai terasa sesak maka kondisinya sudah agak parah.

“Kalau sudah sesak itu berarti melibatkan jaringan paru dan kekurangan oksigen. Ini bahaya, makanya harus segera diobati,” kata dia.

Penambahan kasus Covid-19 di Indonesia mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir. Menurut laporan pemerintah, tercatat penambahan kasus di atas 1.000 per hari selama lima hari berturut-turut.

Pemerintah telah mengkonfirmasi peningkatan jumlah kasus berkaitan dengan temuan subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 dan juga longgarnya protokol kesehatan Covid-19 di tengah masyarakat.

Baca Juga :  5 Cara Menghilangkan Jerawat yang Sudah Parah

(tst/chs)

[Gambas:Video CNN]