3 Gejala HIV pada Pria, Khas dan Perlu Diwaspadai

Jakarta, c4d-forum.de

Topik mengenai infeksi human immunodeficiency virus (HIV) mendadak ramai diperbincangkan. Gara-garanya, ratusan mahasiswa Bandung, Jawa Barat, yang terdeteksi positif HIV.

Infeksi HIV pada dasarnya memicu gejala yang berbeda pada setiap orang. Namun, kaum Adam, perlu mewaspadai beberapa gejala HIV pada pria berikut ini.

HIV merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Hal ini membuat orang dengan HIV rentan terhadap penyakit infeksi lain.

HIV dapat ditularkan dari orang ke orang melalui kontak dengan darah dan cairan dari tubuh pasien yang terinfeksi. Umumnya, penularan terjadi melalui hubungan seks tanpa kondom, kebiasaan berbagi jarum suntik, transfusi darah, atau dari ibu ke bayi selama persalinan.

Gejala HIV pada Pria

Pada dasarnya HIV memicu gejala yang cenderung sama pada wanita maupun pria di fase awal infeksi.

Namun memang, beberapa pria dengan HIV melaporkan adanya beberapa gejala tambahan. Meski demikian, perlu dicatat bahwa beberapa gejala ini bisa juga menjadi tanda dari kondisi lain.

Berikut beberapa gejala HIV pada pria, mengutip WebMD.

1. Dorongan seks rendah

Dorongan seks yang rendah menjadi salah satu tanda dari hipogonadisme. Kondisi ini terjadi saat testis tak lagi menghasilkan cukup hormon testosteron yang membangkitkan gairan seks.

Selain menurunkan libido, hipogonadisme juga memicu beberapa kondisi lain seperti berikut:

– disfungsi ereksi,
– depresi,
– kelelahan,
– infertilitas,
– menurunnya pertumbuhan rambut di tubuh,
– pertumbuhan jaringan payudara.

2. Luka pada penis




Ilustrasi. Luka pada penis, salah satu gejala HIV pada pria. (iStockphoto/vchal)

Salah satu gejala umum HIV adalah adanya luka terbuka di area mulut atau kerongkongan. Namun, luka juga bisa muncul pada anus atau penis.

3. Nyeri saat buang air kecil

Dalam kebanyakan kasus, nyeri saat buang air kecil menjadi gejala dari infeksi menular seksual lain seperti gonore atau klamidia. Namun, pada kasus HIV, kondisi ini bisa menjadi tanda pembengkakan prostat atau prostatitis.

Selain nyeri saat buang air kecil, prostatitis juga bisa memicu gejala lain seperti berikut:

– sakit saat ejakulasi,
– lebih sering kencing,
– urine berwarna keruh atau berdarah,
– nyeri pada penis,
– nyeri punggung bawah, perut, atau selangkangan.

Gejala Awal HIV

Pada tahap awal infeksi, tubuh akan berusaha menciptakan antibodi untuk melawan virus. Di fase ini, biasanya berbagai gejala muncul.

Mengutip Healthline, sekitar 66-80 persen orang dengan HIV akan mengalami gejala awal seperti flu. Gejala umumnya muncul dua hingga empat pekan setelah penularan.

Berikut beberapa gejala yang dilaporkan:

– demam,
– pembengkakan kelenjar getah bening,
– kelelahan,
– ruam,
– sakit tenggorokan,
– nyeri sendi,
– diare,
– sakit kepala.

Selain itu, ada juga beberapa gejala awal HIV lain yang dilaporkan. Berikut diantaranya:

– sariawan,
– luka di alat kelamin,
– mual dan muntah,
– keringat malam.

Demikian penjelasan mengenai gejala HIV pada pria, beserta tanda-tanda yang muncul di fase awal. Segera lakukan pemeriksaan jika Anda mengalami beberapa gejala di atas.

(asr)

[Gambas:Video CNN]


Baca Juga :  FOTO: Kebun Ganja di Tepi Sungai Hudson New York