3 Kebiasaan untuk Cegah Kutu Rambut Pada Anak

Jakarta, c4d-forum.de

Konten Baim Wong kontroversial lantaran disebut mempublikasikan wajah dan nama anak SD yang punya kutu rambut.

Tanpa bermaksud menyudutkan, ada beberapa kebiasaan yang bisa menyebabkan masalah kutu rambut.

Kutu rambut adalah serangga parasit kecil tak bersayap yang hidup di rambut manusia. Kutu-kutu ini adalah masalah umum dan sangat menular dan juga bisa sulit untuk dihilangkan. Kutu bereproduksi dengan bertelur di rambut. Telur-telur ini disebut telur kutu. Apa saja kebiasaan untuk mencegah kutu rambut pada anak?

Kutu rambut bisa jadi bukan bahaya kesehatan, tanda kebersihan yang buruk, atau penyebab penyakit. Kondisi ini umum terjadi di antara anak-anak usia prasekolah dan sekolah dasar dan dapat menyebar ke seluruh rumah tangga.

Mengutip Medical News Today, kutu rambut menyuntikkan air liur ke inang saat makan untuk mencegah pembekuan darah. Hal ini dapat menyebabkan alergi dan sensasi gatal pada inang.

Menggaruk kulit yang teriritasi dapat menyebabkan infeksi bakteri sekunder. Namun, kutu rambut tidak menularkan penyakit, dan tidak berbahaya.

Ketika anak-anak pergi ke sekolah, mereka kerap bermain bersama anak lainnya dan tanpa sadar terkena penyebaran kutu rambut. Orang tua dapat melakukan beberapa kebiasaan untuk mencegah penyebaran kutu di antara anak-anak dan orang dewasa.

Mengutip Healthline, berikut adalah beberapa tips memelihara kebiasaan-kebiasaan demi mencegah penyebaran kutu kepada anak.

1. Hindari berbagi benda yang menyentuh kepala

Untuk mengurangi kemungkinan Anda atau anak Anda terkena kutu rambut, mulailah dengan tidak berbagi barang yang menyentuh kepala. Kutu dapat merangkak dari suatu benda ke kepala. Maka dari itu, hindari berbagi sisir, jepit rambut, topi, handuk atau benda yang menyentuh kepala lainnya.

Baca Juga :  Rahasia Awet Muda Syahrini: Matikan Komen Sosmed

2. Hindari bersentuhan langsung dari kepala ke kepala

Ketika anak-anak bermain, mereka tak secara sengaja sering menempatkan kepala mereka berdekatan dari anak lainnya. Namun, cara ini adalah cara mudah untuk kutu berpindah dari satu inang ke inang lainnya.

Minta si kecil untuk menghindari permainan dan aktivitas yang mengarah pada kontak langsung dengan teman sekelas dan teman lainnya. Ikat rambut anak yang panjang menjadi kuncir kuda atau kepang.

3. Pisahkan barang-barang milik pribadi dari milik anak lain

Ruang bersama dan barang milik bersama dapat menjadi tempat berkembang biaknya kutu. Lemari, loker, laci, dan pengait pakaian umum dapat menciptakan peluang mudah bagi kutu untuk berpindah dari barang seseorang ke barang orang lain.

Minta anak Anda untuk menyimpan barang-barang mereka, terutama topi, mantel, syal, dan pakaian lainnya, di luar area umum. Demi keamanan, orang dewasa yang mengawasi anak harus mengambil tindakan pencegahan serupa.

(del/chs)

[Gambas:Video CNN]