3 Mitos Penyakit Alzheimer, Siapa Bilang Hanya Menyerang Lansia?

Jakarta, c4d-forum.de

Hari Alzheimer Sedunia diperingati setiap 21 September. Alzheimer masih menjadi salah satu penyakit yang harus diwaspadai.

Hingga saat ini, belum diketahui pasti penyebab penyakit yang umumnya menyerang kelompok lanjut usia ini. Namun begitu, berbagai mitos tentang penyakit Alzheimer kadung berkembang di tengah masyarakat.

Berikut sejumlah mitos dan fakta yang sebenarnya, dijelaskan oleh dokter spesialis saraf konsultan neurobehaviour dan neurogeriatri di RS EMC Pulomas, Jakarta, Silvia F Lumempouw.

Mitos #1: Alzheimer penyakit orang tua

Tak bisa dimungkiri, pengidap Alzheimer kebanyakan memang orang yang sudah memasuki usia lanjut. Tapi, kata Silvia, sebenarnya Alzheimer juga bisa dialami oleh mereka yang masih berusia 30-an.

Walau begitu, jumlah orang di usia muda yang mengalami Alzheimer saat ini terbilang sangat kecil.

“Untuk yang usia muda itu kita kenal dengan sebutan early onset Alzheimer Dementia (EOAD), penyebabnya faktor genetik [keturunan], gen pembawa kerusakan di otak,” kata Silvia saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (20/9).

Mitos #2: Orang pikun pasti Alzheimer

Memasuki usia lanjut, masalah memori hampir pasti akan muncul. Misalnya, melupakan nama orang, nama tempat atau resep masakan.

Hal ini sebenarnya wajar dan tidak semua pikun bisa dikatakan sebagai tanda-tanda Alzheimer.

Menurut Silvia, Alzheimer tidak hanya lupa sesekali, tapi bisa lupa berbagai hal, bahkan yang baru saja terjadi. Pasalnya, Alzheimer menyebabkan sel-sel otak tidak berfungsi dan akhirnya mati.

Mitos #3: Alzheimer tidak parah dan mematikan

Faktanya, penyakit ini tidak bisa disembuhkan. Bahkan di Indonesia belum ada pasien yang selamat dari penyakit ini.

Alzheimer adalah penyakit yang menghancurkan sel-sel otak dan menyebabkan perubahan memori, perilaku, hingga hilangnya fungsi tubuh. Jadi, Alzheimer adalah penyakit berbahaya yang harus diwaspadai.

Baca Juga :  Diet Intermiten Tak Lebih Efektif Turunkan BB dari Membatasi Kalori

(tst/asr)

[Gambas:Video CNN]