4 Komorbid Cacar Monyet, Lesi di Pengidap Diabetes Bisa Jadi Borok

Jakarta, c4d-forum.de

Tidak berbeda dengan Covid-19, cacar monyet ternyata juga berbahaya untuk orang dengan komorbid atau penyakit penyerta. Ada beberapa penyakit komorbid cacar monyet yang perlu diketahui.

Penyakit ini umumnya bisa sembuh dengan sendiri. Namun, cerita berbeda bakal dialami mereka yang memiliki komorbid.

Ketua Satgas Monkeypox PB IDI yang juga merupakan dokter spesialis kulit dan kelamin, Hanny Nilasari mengatakan bahwa meskipun kisarannya hanya 0-16 persen, tapi cacar monyet bisa menyebabkan kematian, terutama jika sudah menyerang otak dan darah.

“Kalau infeksinya ada di otak, atau menyerang semua organ tubuh, artinya terjadi sepsis, maka angka kematian tinggi,” kata Hanny dalam webinar, beberapa waktu lalu.

Untuk diketahui, sepsis merupakan keadaan gawat darurat saat darah mencoba melawan virus di dalam tubuh. Kondisi ini bisa memicu peradangan di seluruh tubuh dan menyebabkan kegagalan organ hingga memicu kematian.

Berikut ini beberapa penyakit komorbid cacar monyet yang harus diantisipasi lantaran bisa menimbulkan sepsis hingga kematian.

1. Immunocompromised

Orang dengan immunocompromised atau memiliki masalah sistem imun sangat berbahaya jika terpapar cacar monyet. Cacar monyet yang dialami bisa lebih parah dan sulit sembuh.

“Bisa jadi manifestasinya lebih berat daripada orang dewasa yang imunitasnya lebih baik,” kata dia

2. Kelainan ginjal




Ilustrasi. Kelainan ginjal jadi salah satu komorbid cacar monyet. (Istockphoto/Ben-Schonewille)

Orang dengan penyakit ginjal juga berbahaya jika terpapar cacar monyet. Sebaiknya lakukan pencegahan maksimal.

3. Kanker dan sedang kemoterapi

Orang yang sedang melakukan perawatan kemoterapi untuk kanker harus hati-hati. Karena jika terinfeksi, gejala yang dialami bisa lebih berat.

4. Diabetes

Cacar monyet memang bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, jika penyakit ini dialami oleh mereka yang memiliki penyakit diabetes, luka akibat ruam dan lenting yang menjadi lesi akan sulit sembuh. Bahkan bisa menjadi borok.

“Pengobatan luka orang diabetes memang lambat. Pengobatannya juga harus maksimal, kalau ada infeksi di area tubuh lain bisa diberi antibiotik,” kata dia.

(tst/asr)

[Gambas:Video CNN]


Baca Juga :  Hari Pariwisata Sedunia, Minat Wisata ke Indonesia Naik 36 Persen