4 Masalah pada Tubuh yang Disampaikan Lewat Bau Kentut

Jakarta, c4d-forum.de

Kentut bau bukan hanya bikin malu, tapi ternyata bisa jadi tanda masalah kesehatan yang harus diwaspadai.

Umumnya, kentut adalah hal normal yang kerap dilakukan seseorang. Kadang suaranya nyaring terdengar, kadang tak ada suara sama sekali.

Kentut sebenarnya berasal dari gas dan udara yang menumpuk di saluran pencernaan saat makan, mengunyah, dan menelan. Untuk menghilangkan gas yang menumpuk ini, tubuh akan melepaskannya melalui kentut atau sendawa.

Melansir Health, kentut yang terjadi sepanjang siang dan malam adalah sesuatu yang baik. Ingatlah karena jika Anda tidak kentut, maka akan terjadi penumpukan gas yang menyebabkan perut kembung dan tidak nyaman.

Kentut juga bisa jadi pertanda ada masalah kesehatan yang sedang dialami tubuh. Misalnya saat aroma kentut sangat bau, bisa jadi ada masalah kesehatan serius pada tubuh yang harus diwaspadai.

Berikut beberapa masalah kesehatan yang bisa ditandai dengan kentut bau.

1. Penyakit radang usus

Aroma tidak sedap saat kentut bisa terjadi karena ada masalah di usus. Sebuah penelitian yang dilakukan 2017 lalu dan diterbitkan dalam Scandinavian Journal of Gastroenterology menunjukkan bahwa mungkin aroma bau itu terkait dengan penyakit radang usus atau sindrom iritasi usus besar (IBS).

Aroma bau ini bisa berasal dari bakteri yang menginfeksi saluran cerna.

2. Konsumsi makanan mengandung sulfur




Ilustrasi. Terlalu banyak konsumsi makanan kaya sulfur ditandai dengan bau kentut. (iStockphoto/Mizina)

Makanan kaya sulfur seperti brokoli dan kubis Brussel akan mengeluarkan bau telur busuk saat dipecah dalam sistem pencernaan.

Bau tidak sedap ini juga bisa terjadi setelah mengonsumsi sayuran silangan lainnya seperti kembang kol, bawang putih, bawang merah, keju, kacang-kacangan, buah kering, dan anggur.

3. Kebiasaan makan yang salah

Mengunyah dan menelan makanan dengan cepat akan menyebabkan lebih banyak gas yang dihasilkan tubuh. Setiap kali Anda menelan, udara masuk ke tubuh.

Mengutip WebMd, saat menghasilkan lebih banyak gas, Anda cenderung mengeluarkan gas yang berbau busuk. Makan dan mengunyah perlahan bisa mengurangi asupan gas yang membuat kentut bau.

4. Diet yang salah

Perhatikan apa yang Anda makan saat melakukan diet. Intoleransi terhadap makanan tertentu akan berpengaruh pada aroma kentut.

Hindari minuman berkarbonasi seperti soda dan bir. Batasi sayuran seperti kembang kol dan brokoli, serta susu dan produk susu lainnya.

Kurangi jumlah kacang yang Anda makan. Jika Anda memang mengonsumsi kacang, rebus terlebih dahulu, lalu masak kembali untuk menghilangkan gula yang menyebabkan gas.

(tst/asr)

[Gambas:Video CNN]


Baca Juga :  Kadang Bikin Berisik, Mengapa Kucing Mengeong Tanpa Henti?