4 Negara yang Lebih Dulu Punya Fenomena ‘Citayam Fashion Week’

Jakarta, c4d-forum.de

Fenomena Citayam Fashion Week menyita perhatian masyarakat luas, terutama di media sosial.

Anak-anak muda sub-urban memanfaatkan ruang terbuka di kawasan Dukuh Atas-Sudirman, Jakarta, untuk nongkrong, mejeng, hingga bergaya dengan busana nyentrik dan unik.

Para remaja itu berasal dari daerah-daerah penyangga Jakarta seperti, Citayam, Bojong Gede, dan Depok. Zebra cross Dukuh Atas mereka jadikan panggung catwalk dan bergaya bak model di Citayam Fashion Week.

Masyarakat pun kemudian berbondong-bondong ke Dukuh Atas-Sudirman demi menyaksikan dan ikut beraksi di Citayam Fashion Week bak model. Fenomena street fashion ini tentu memicu pro dan kontra di masyarakat, ada yang mendukung, ada pula yang protes karena dinilai mengganggu lalu lintas.

Tapi, sebenarnya fenomena street fashion ini bukan hanya terjadi di Indonesia. Beberapa negara di dunia sebelumnya juga pernah memiliki fenomena yang mirip dengan Citayam Fashion Week. Berikut 4 di antaranya seperti dirangkum berbagai sumber.

1. Harajuku




Foto: Starcevic/thinkstockphotos
Takeshita Dori, Harajuku, Tokyo,

Ketika baru viral, Citayam Fashion Week sempat dianggap mirip fenomena Harajuku di Jepang. Harajuku merupakan distrik di Shibuya, Tokyo, tempat anak-anak muda berkumpul sambil mengenakan pakaian yang nyentrik dan orisinil.

Kebanyakan para remaja di Harajuku berbusana dengan warna mencolok, ditambah gaya rambut yang tak kalah unik. Pada tahun 2000-an, street fashion Harajuku menjadi lebih terkenal, karena menjadi inspirasi artis Amerika Serikat seperti Lady Gaga dan Nicki Minaj.

Kini, Harajuku menjadi salah satu lokasi tujuan wisatawan. Di beberapa jalan di sekitarnya, banyak toko-toko yang menjual pakaian serta pernak-pernik untuk melengkapi kebutuhan street fashion anak-anak muda tersebut.

2. Hongdae




Pemandangan HongdaeFoto: istockphoto/mikelai.net
Pemandangan Hongdae

Hongdae dikenal sebagai wilayah dengan anak-anak muda dan eksentrik dan unik. Hongdae berada di Seoul, Korea Selatan, di mana sebenarnya itu adalah akronim dari Hongik Daehakyeo (Universitas Hongik).

Daerah Hongdae terus berkembang sebagai tempat berkumpul kaum muda yang tertarik dengan seni dan fesyen.

Tidak sedikit juga yang menyebut Hongdae sebagai Harajuku versi Korea. Di lokasi itu juga banyak toko-toko pakaian murah tapi dengan model terkini yang disukai mahasiswa.

Hongdae Playground menjadi tempat memamerkan karya-karya para kreator muda. Musisi-musisi jalanan atau indie juga sering mampir untuk menghibur para kaum muda di sana. Anak-anak muda yang datang juga biasanya berbusana kekinian dan nyentrik.


4 Negara Ini Lebih Dulu Punya Fenomena Mirip Citayam Fashion Week

BACA HALAMAN BERIKUTNYA

Baca Juga :  7 Cara Mencegah Ambeien agar Tidak Gampang Kambuh