4 Penyakit Seksual yang Tak Bisa Disembuhkan, Siap-siap Seumur Hidup

Jakarta, c4d-forum.de

Saban 4 September diperingati sebagai Hari Kesehatan Seksual Sedunia. Hari ini diperingati untuk terus mengingatkan akan pentingnya menjaga kesehatan seksual.

Ada banyak penyakit yang ditularkan oleh aktivitas seksual. Penyakit-penyakit itu dinamakan dengan istilah penyakit menular seksual (PMS).

PMS ditularkan dari orang ke orang melalui aktivitas seks, baik penetrasi penis ke vagina, anal, maupun oral.

Sipilis, hepatitis B, gonore, klamidia, HIV, dan HPV menjadi PMS yang paling umum menyerang banyak orang.

Daftar Penyakit Menular Seksual

Ada beberapa penyakit PMS yang bisa terjadi pada siapa pun, khususnya mereka yang telah aktif secara seksual. Berikut diantaranya, mengutip Healthline.

– HIV
– Hepatitis B
– Chancroid atau luka terbuka di area genital
– Trikomoniasis
– Kutil kelamin
– Herpes
– Gonore
– Klamidia
– Sipilis
– Kudis
– Moluskum kontagiosum
– Limfogranoluma

Penyakit Menular Seksual yang Tak Bisa Disembuhkan




Ilustrasi. Ada beberapa penyakit menular seksual yang tak dapat disembuhkan. (Istockphoto/ PeopleImages)

Sebagian besar PMS bisa disembuhkan dengan penggunaan obat antibiotik atau antivirus. Namun kabar buruknya, ada beberapa PMS yang tak bisa disembuhkan.

Berikut diantaranya, mengutip Medicine Net.

1. Herpes

Herpes jadi salah satu PMS yang paling umum. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan dua dari tiga orang berusia di bawah 50 tahun memiliki virus penyebab herpes.

Ada dua jenis herpes. Diantaranya herpes simpleks-1 (HSV-1) yang menyebabkan luka di sekitar mulut dan herpes simpleks-2 yang menimbulkan luka di area genital.

Herpes bisa sangat menular, lewat kontak dengan air liur orang yang terinfeksi atau cairan genitalia.

Saat Anda mengidap herpes, virus ini akan tetap berada di dalam tubuh selama sisa hidup. Hal ini membuat seseorang rentan terhadap munculnya lesi herpes secara berkala.

2. HPV

Infeksi HPV (Human papilloma virus) juga menjadi salah satu PMS yang paling umum. Seseorang bisa mendapatkan HPV dari kontak oral, anak, atau seks penetrasi dengan seseorang yang terinfeksi HPV.

Sayangnya, sebagian besar kasus HPV tak menunjukkan gejala khas. Pada beberapa orang, HPV dapat menyebabkan munculnya kutil kelamin.

Dokter umumnya akan mengobati kutil dengan obat topikal atau mencegah pertumbuhannya. Namun, virus akan terus berada di dalam tubuh.

Dalam beberapa kasus, HPV bisa memicu komplikasi seperti kutil kelamin, kanker serviks, dan kanker mulut.

3. HIV

Human immunodeficiency virus (HIV) menyerang sistem kekebalan tubuh. Akibatnya, seseorang yang terinfeksi HIV akan mudah terserang penyakit lain.

Tak cuma lewat aktivitas seksual, HIV juga bisa menular melalui penggunaan jarum suntik bersamaan atau dari ibu ke bayi saat proses persalinan maupun menyusui.

Pada banyak kasus, HIV hanya memicu gejala seperti flu ringan. Virus ini juga dapat berkembang biak di tubuh dalam waktu lama tanpa menimbulkan gejala.

Obat-obatan yang ada, seperti terapi antiretoviral (ARV), hanya digunakan untuk mengurangi jumlah virus dalam darah ke tingkat yang tidak terdeteksi.

4. Hepatitis B

Hepatitis B kronis bisa menjadi kondisi seumur hidup yang dapat menyebabkan kerusakan hati. Beberapa diantaranya bisa memicu kerusakan hati seperti sirosis dan kanker hati yang dapat berujung pada kematian.

Obat yang diberikan untuk pasien hepatitis B hanya digunakan demi membatasi kerusakan hati dalam jangka panjang. Namun, virus akan tetap berada di dalam tubuh.

(asr)

[Gambas:Video CNN]


Baca Juga :  Sulfur Dioksida- Asam Benzoat, Penyebab Kecap ABC Ditarik di Singapura