5 Alasan Kamu Digigit Nyamuk, Bisa Jadi Bau Badan

Jakarta, c4d-forum.de

Bersantai di luar rumah menjelang malam terasa menenangkan. Apalagi sambil melihat bunga dan pohon yang ditanam di halaman.

Tapi, rasa nyaman itu seketika jadi terganggu ketika Anda malah sering digigit nyamuk.

Memang terasa menyebalkan, apalagi jika nyamuk seolah hanya terbang dan menggigit Anda saja.

Lantas, apa yang bikin nyamuk menggigit Anda? Apakah istilah digigit nyamuk karena darah manis benar-benar ada, atau justru golongan darah tertentu saja yang disukai nyamuk?

Ada lebih dari 3.500 jenis nyamuk, tapi hanya beberapa yang menggigit manusia. Hanya nyamuk betina yang menggigit manusia. Ini karena mereka memang membutuhkan darah sebagai sumber protein untuk telurnya.

Di beberapa negara, termasuk Indonesia, gigitan nyamuk lebih dari sekadar gangguan. Dari parasit malaria yang ditularkan oleh spesies Anopheles hingga virus yang menyebabkan demam kuning dan demam berdarah. Nyamuk bertanggung jawab atas penularan banyak penyakit berbahaya pada manusia.

Melansir Medical News Today, ada beberapa orang yang memang menjadi incaran nyamuk. Profesor kesehatan masyarakat di New Mexico State University, Jagdish Khubchandani mengatakan, ada beberapa alasan kenapa nyamuk tertarik pada manusia tertentu.

“Secara keseluruhan, penelitian menunjukkan bahwa wanita hamil, orang dengan suhu tubuh dan keringat tinggi, kehadiran mikroba kulit yang beragam, dan mereka yang memiliki kulit lebih gelap bisa lebih rentan [digigit nyamuk],” kata Khubchandani.

Berikut ini beberapa alasan mengapa seseorang digigit nyamuk.

1. Warna pakaian




Ilustrasi. Memakai baju hitam membuat manusia lebih mudah dikenali nyamuk. (iStockphoto/deniskomarov)

Penelitian menunjukkan, warna-warna seperti hijau, hitam, dan merah membuat manusia lebih mudah dikenali nyamuk. Ini karena nyamuk memang menggunakan matanya untuk mengincar korban.

Mengutip Very Well Health, penting untuk memilih warna lembut seperti pastel, krem, bahkan putih ketika Anda jalan-jalan di kebun.

2. Golongan darah

Penelitian menemukan bahwa spesies yang berbeda memiliki preferensi untuk golongan darah yang berbeda. Misalnya, nyamuk Aedes albopictus menyukai golongan darah O, sedangkan Anopheles gambiae menyukai golongan darah AB.4

Selain itu, sekitar 80 persen orang menghasilkan sekresi yang menandakan golongan darah mereka. Nyamuk tertarik pada orang-orang ini lebih dari yang lain, terlepas dari apa jenis golongan darahnya.

3. Gas

Semakin Anda mengembuskan napas, semakin menarik untuk nyamuk. Orang yang lebih besar atau gemuk mengembuskan napas lebih banyak, sehingga mereka lebih mungkin menarik nyamuk.

Karena mengeluarkan karbon dioksida melalui hidung dan mulut, nyamuk secara khusus tertarik ke kepala Anda.

4. Panas dan berkeringat

Nyamuk memiliki hidung untuk mencium aroma. Misalnya, mereka dapat mengendus asam laktat, amonia, dan senyawa lain yang dikeluarkan melalui keringat.

Olahraga berat meningkatkan penumpukan asam laktat dan panas dalam tubuh. Selain itu, faktor genetik memengaruhi ‘profil bau’ seseorang, yang dapat memengaruhi seberapa menarik Anda bagi nyamuk.

5. Ibu hamil

Sebuah penelitian di Afrika pada 2000 menemukan bahwa nyamuk dua kali lebih banyak menyerang orang hamil dibandingkan dengan orang yang tidak hamil.

Para peneliti percaya ini mungkin terjadi karena beberapa alasan. Salah satunya karena perut orang hamil sekitar satu derajat lebih hangat.

(tst/asr)

[Gambas:Video CNN]


Baca Juga :  Cemas Orang Tua dan Drama 'Bocah Pandemi' yang Mulai Sekolah