5 Manfaat Kulit Bawang Merah untuk Tanaman

Jakarta, c4d-forum.de

Kulit bawang merah yang selama ini hanya berakhir di tempat sampah nyatanya memiliki kegunaan untuk tanaman.

Manfaat kulit bawang merah untuk tanaman ternyata dinilai cukup efektif dalam merangsang pertumbuhannya.

Dalam jurnal yang dipublikasi pada 2022, disebutkan bahwa sifat dari kulit bawang merah itu sendiri kaya senyawa bioaktif dan fitokimia yang baik, mengutip Science Direct.

Antara lain, fenolat, flavonoid, quercetin dan turunannya, serta antioksidan dan antimikroba. Komponen-komponen tersebut sangat bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman.

Mulai sekarang, kulit bawang merah yang sudah dipisahkan dari isinya jangan langsung dibuang. Lebih baik Anda manfaatkan seperti cara berikut supaya tanaman di rumah jadi subur sekaligus pula mengurangi limbah.

Manfaat Kulit Bawang Merah untuk Tanaman




Ilustrasi. Manfaat kulit bawang merah untuk tanaman (iStockphoto/Nomad Rabbi)

Berikut manfaat dari kulit bawang merah untuk tanaman dan cara menggunakannya.

1. Mulsa organik

Kulit bawang merah dapat dimanfaatkan sebagai mulsa organik. Mulsa mempunyai peranan penting untuk menjaga kelembapan tanah serta mengurangi pertumbuhan hama atau gulma pada lahan tanaman.

Nantinya kulit bawang merah kering tinggal Anda tebar ke permukaan tanah yang akan dijadikan lahan tanaman.

Kulit bawang merah nantinya akan terurai secara alami. Selain itu, memanfaatkan kulit bawang juga dapat memperkaya tanah dengan zat kalium dan kalsium, yang pastinya menguntungkan bagi pertumbuhan tanaman Anda.

2. Pestisida nabati

Manfaat kulit bawang merah untuk tanaman lainnya yaitu dijadikan sebagai pestisida nabati. Pestisida dari kulit bawang berfungsi sebagai pengusir hama seperti ulat, jamur, atau kutu di tanaman.

Perlu Anda tahu bahwa pestisida nabati dari kulit bawang merah mengandung senyawa acetogenin dalam jumlah tinggi yang bekerja untuk melindungi tanaman.

Sebab hama sangat tidak suka zat tersebut, sehingga mereka akan enggan merusak tanaman. Cara membuat pestisida kulit bawang merah cukup mudah.

Kulit bawang merah tinggal dimasukkan ke botol lalu rendam air secukupnya dan biarkan 2 hari. Setelah itu, air campuran bawang disaring dan siap disemprotkan ke tanaman Anda.

3. Perangsang akar tanaman

Tanaman yang Anda punya tentunya ingin terlihat sehat, subur, dan segar. Di tahap ini, perawatannya tidak sebatas pemberian pupuk atau penyiraman saja.

Tidak ada salahnya memberikan perangsang untuk memperkuat pertumbuhan akar tanaman dari bahan kulit bawang merah. Ini berkat kandungan allicin dan thiamin yang ada di kulit bawang merah.

Caranya cukup siapkan 1/4 bawang merah yang masih ada kulitnya, jus lidah buaya, dan bubuk kayu manis, kemudian diblender semua dan saring ampasnya.

Selanjutnya, celupkan stek ke dalam larutan tersebut atau bisa dioles ke tanaman stek. Air larutan bawang ini nantinya akan meresap ke dalam sel tanaman untuk bekerja.




Banner GIF Tips Merawat Tanaman Hias

4. Pupuk organik cair

Manfaat kulit bawang merah berikutnya adalah bisa dijadikan sebagai pupuk organik cair. Dengan begitu, tanaman bisa tumbuh dengan lebih subur.

Proses membuatnya terbilang mudah, kulit bawang merah yang sudah dikumpulkan tinggal direndam air dan biarkan selama 24 jam.

Setelah direndam lanjut disaring dan ambil airnya saja untuk dimasukkan ke dalam botol. Anda bisa mulai menyemprotkan pupuk cair ini ke tanaman bunga atau sayur.

Semprot dengan pupuk cair secukupnya dan gunakan sekali selama 15 hari untuk melihat hasilnya dalam waktu sekitar 3 bulan.

5. Kompos kulit bawang merah




close-up of the scattered onions' peels as a backgroundIlustrasi. Campuran kulit bawang merah dengan kulit bawang bombay bisa dijadikan sebagai kompos untuk menyuburkan tanaman. (iStockphoto/Ann_Zhuravleva)

Kulit bawang merah yang dicampur sisa kulit bawang bombay dapat dimanfaatkan untuk membuat kompos.

Manfaat kulit bawang merah untuk tanaman sebagai kompos ini bisa memperkaya nutrisi tanaman sehingga pertumbuhannya lebih sehat dan subur.

Anda cukup tambahkan kulit bawang merah dan bombay ke dalam tumpukan kompos yang sedang dibuat.

Akan tetapi hindari mencampur kulit bawang dengan pengomposan cacing. Sebab cacing tidak suka zat berpori serupa dengannya.

(avd/fef)

[Gambas:Video CNN]



Baca Juga :  Jidat Gampang Bruntusan dan Gatal, Apa Penyebabnya?