5 Manfaat Solo Traveling Menurut Traveler TikTok Firly Adhyatma

Jakarta, c4d-forum.de

Solo traveling atau berwisata seorang diri kini menjadi salah satu tren yang dilakukan banyak orang. Kebiasaan ini dapat dilakukan tanpa harus menyesuaikan waktu dengan orang lain.

Ternyata, ada sejumlah manfaat solo traveling yang bisa Anda dapatkan. Hal itu diungkapkan oleh content creator TikTok Firly Adhyatma Rusli (@firlyafro) yang terkenal sebagai solo traveler dan sudah menjelajah berbagai pelosok Indonesia.

Saat ditemui di sela-sela kegiatan Jelajah #SerunyaIndonesia di Medan, Sumatera Utara, Firly menceritakan sejumlah manfaat dari menikmati perjalanan seorang diri.

1. Mengenal diri sendiri

Solo traveling, bagi Firly, menjadi wadah untuk mengenal diri sendiri lebih baik. Menurutnya, dengan solo traveling, ia dapat memiliki waktu lebih untuk dirinya.

Firly mengatakan, solo traveling berhasil membuatnya mampu mengakui kelemahan maupun kelebihan yang ada dalam dirinya. Dengan hal ini, lanjut Firly, seseorang bisa mengetahui potensi apa yang dimilikinya.

“Karena itu penting buat tahu potensi kita, lebih kurangnya kita, dan itu ngaruh ke depannya,” ujar dia.

2. Menghargai perbedaan

Firly juga menyadari bahwa solo traveling dapat membuat dirinya menjadi orang yang memiliki toleransi lebih tinggi.

Dari pengalamannya menjelajah pelosok-pelosok negeri, ia kerap bertemu dengan orang-orang baru dengan suku, budaya, adat, maupun pemikiran yang berbeda. Hal ini pun menjadikannya melihat dunia lebih luas.

“Ternyata dunia bukan cuma buat gue doang, ada orang lain yang punya cerita lebih deep dari kita. Dan itu mungkin yang buat gue lebih bersyukur, lebih high tolerance,” jelas Firly.

3. Bikin tak mudah ‘nyinyir’




Ilustrasi. Solo traveling punya banyak manfaat untuk diri sendiri. (Istockphoto/Getty Images/Drazen_)

Menurut Firly, solo traveling yang telah ia lakukan dalam dua tahun terakhir ini membuatnya tak lagi mengomentari masalah orang lain atau ‘nyinyir’.

Firly belajar banyak bahwa masalah orang lain tak harus selalu dikomentari atau ikut campur dengan masalah tersebut.

“Dua tahun belakangan ini gue enggak pernah komplain sama namanya eksternal. Kayak apa pun di luar eksternal kita, bukan urusan kita,” kata Firly.

Menurut Firly, dirinya tak bisa mengontrol apa yang terjadi di luar kehendaknya. Hal itu ia pelajari setelah mulai sering melakoni solo traveling.

“Gue dilatih untuk nge-rem ego gue, apa yang gue enggak setuju belum tentu salah,” papar dia.

4. Hidup lebih sederhana

Solo traveling dianggap membuat Firly menjadi sosok yang lebih sederhana.

Solo traveling itu membuat gue pengin jadi orang yang sesederhana mungkin, sesimpel mungkin. Gue kayak pengin jadi simply life, bahkan gue enggak terlalu in to sama lifestyle,” jelas Firly.

Ia menjelaskan, wisatanya ke daerah-daerah pelosok memberikan pelajaran bahwa hidup bahagia ternyata bisa didapatkan dengan cara-cara sederhana.

“Gue ke NTT, Flores, Papua, gue lihat orang-orang di sana, tuh, kayak, wah jauh dari peradaban tuh seru banget, gue lihatnya gitu. Bahagianya lebih real, basic. Enggak ada kayak compare life dan lain-lain,” ungkap dia.

5. Belajar menjadi pendengar yang baik

Hal selanjutnya yang menurut Firly bisa menjadi manfaat solo traveling adalah belajar menjadi pendengar yang baik.

Menurutnya, setiap orang memiliki keinginan untuk didengar orang lain. Hal itu ia dapatkan setelah beberapa kali mendapatkan opini dari orang lain, padahal tidak diminta.

“Jaman sekarang orang udah speak up sana sini, harus ada orang yang dengerin aja. Gue ada banyak pengalaman ngadepin orang yang tiba-tiba ngasih opini tanpa diminta,” ungkap Firly.

(dmr/asr)

[Gambas:Video CNN]


Baca Juga :  5 Tips untuk Kamu yang Baru Pertama Kali ke Korea Selatan