5 Mitos di Balik Keindahan Danau Toba

Danau Toba, c4d-forum.de

Danau Toba merupakan salah satu destinasi wisata di Sumatera Utara (Sumut) yang memiliki sejumlah keunikan. Praktis Danau Toba sebagai salah satu dari lima daftar Destinasi Super Prioritas (DSP) di Indonesia.

Dengan keindahan alamnya, tak heran danau yang terletak di tengah-tengah Pulau Sumatera bagian utara ini menjadi salah satu destinasi favorit pelancong yang bepergian ke Tanah Batak.

Namun, di balik keindahannya, tersimpan sejumlah mitos terkait danau yang memiliki panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer ini.

1. Ikan Mas Raksasa

Salah satu mitos yang paling sering dikemukakan warga setempat adalah soal ikan mas raksasa.

Mitos ikan mas ini sudah turun temurun dipercayai oleh masyarakat sekitar Danau Toba. Dedi (35), salah seorang warga mengatakan bahwa legendaini sudah ada buyutnya hidup.

“Dulu itu ada laki-laki bernama Toba, awalnya dia memancing di sungai dan mendapatkan ikan mas,” ujar Dedi saat berbincang dengan CNNIndonesia.com, Rabu (10/8).

Berdasarkan cerita turun temurun itu, ikan tangkapan tersebut bisa berbicara dan memohon kepada laki-laki itu agar tidak dimasak. Ikan itu kemudian juga bisa berubah menjadi putri yang sangat cantik.

Pria bernamaTobaitu lantas menikahi putri cantik jelmaan ikan mas tersebut. Namun, putri itu menyampaikan satu permintaan yang harus dipatuhi olehToba, yakni tak boleh ada yang tahu soalasalusulnya. Kemudian, dari pernikahan tersebut, mereka memiliki putra yang diberi nama Samosir.

Suatu hari, Samosir diminta mengirimkan makanan untuk ayahnya yang sedang bekerja di ladang. Namun, di tengah jalan, makanan yang dibawa itu malah dimakan oleh Samosir.

“Bapaknya kemudian tahu bahwa makan siang itu dimakan sama anaknya. Marah lah si bapaknya ini sambil membentak, ‘Dasar kau anak ikan’,” ujar Dedi.

Baca Juga :  Menikmati Aksi Bocah Penyelam Koin di Danau Toba

Tobatak sadar ia telah melanggar sumpahnya. Seketika langit gelap dan hujan deras, air juga keluar dari bawah tanah yang membuat perkampungan terendam.

Di saat bersamaan, Putri dan Samosir tiba-tiba hilang saat perkampungan terendam. Berdasarkan kisah itu, masyarakat sekitar percaya bahwa Danau Toba dan Pulau Samosir merupakan perwujudan siluman ikan dan putranya tersebut.

2. Batu Gantung Menangis

Batu Gantung Menangis merupakan salah satu ciri khas wisata di Danau Toba. Lokasi tepatnya berada di Tepi Danau Toba, Kecamatan Parapat, Kabupaten Simalungun.

Sebetulnya Batu Gantung merupakan fenomena panorama berupa pahatan bebatuan yang menggantung di tepian Danau Toba.

Namun, di balik itu ada mitos yang menyelimuti fenomena Batu Gantung. Selena (32), warga asli Parapat menceritakan bahwa mitos Batu Gantung bermula dari cerita seorang gadis bernama Seruni yang dipaksa dijodohkan oleh orang tuanya.

Gadis itu menolak dijodohkan, karena sudah memiliki pria idamannya. Kemudian ia memutuskan untuk bunuh diri dengan cara melompat dari tepi jurang Danau Toba.

“Putri itu tadinya mau dinikahkan sama orang tuanya, tapi dia enggak mau, jadi dia bunuh diri sama anjingnya,” kata Selena saat menceritakan mitos Batu Gantung.

Seruni saat itu memutuskan untuk terjun dari tepi jurang Danau Toba bersama anjing kesayangannya. Namun, ketika melompat rambut Seruni tersangkut di ranting pohon.

Hal itu membuatnya Seruni bergantung di pepohonan bersama anjingnya, yang kemudian dikenal menjadi Batu Gantung.

“Jadi dia kayak Batu Gantung, Itu bisa dilihat, ada anjingnya juga ikut tergantung,” jelas Selena.

Mitos-mitos Danau Toba yang menarik perhatian


Mitos Danau Toba Masih Dipercaya Sebagian Masyarakat

BACA HALAMAN BERIKUTNYA