7 Tanda Anak Sakit DBD, Orang Tua Jangan Santai Saat Demam Turun

Jakarta, c4d-forum.de

Anak-anak paling rentan terkena demam berdarah dengue (DBD). Orang tua perlu mengenal tanda anak terkena penyakit DBD dan melakukan langkah yang tepat.

Ketua UKK Infeksi dan Penyakit Tropis Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Anggraini Alam, menjelaskan, ada beberapa faktor yang membuat anak rentan terkena DBD.

Faktor tersebut antara lain, anak dekat dengan lingkungan perkembangbiakan nyamuk DBD seperti perkotaan, perumahan, lingkungan bersih. Kemudian jam aktivitas atau waktu bermain anak sama dengan jam ketika nyamuk DBD aktif.

“Dibanding nyamuk jenis lain, nyamuk ini suka aroma tubuh manusia. Anak habis main, bajunya kita gantung, itu kesenangannya nyamuk,” kata dokter yang akrab disapa Anggi ini dalam bincang virtual bersama Takeda, Rabu (20/7).

Apa saja tanda anak sakit DBD?

1. Sakit kepala
2. Demam tinggi
3. Nyeri saat menggerakkan bola mata
4. Kadang disertai mimisan dan buang air besar bercampur darah
5. Timbul bintik-bintik merah di kulit
6. Badan terasa lemah dan lesu
7. Muntah

Secara umum, terdapat tiga fase DBD antara lain,

Fase demam

Demam tinggi bisa berlangsung 2-7 hari. Anggi berkata demam ini tidak mudah diturunkan, meski sudah mengonsumsi obat penurun demam. Demam ini bisa disertai wajah memerah.

Di fase ini, ada beberapa potensi komplikasi antara lain, dehidrasi karena kurang asupan cairan, muntah, peningkatan metabolisme, kejang, dan pendarahan hebat (jarang terjadi).




Demam berdarah dengue atau DBD adalah penyakit yang disebarkan melalui gigitan nyamuk. (Foto: iStockphoto/Noppharat05081977)

Fase Kritis

Transisi dari fase demam ke fase kritis justru jadi waktu yang perlu diwaspadai orang tua. Biasanya pada hari ketiga, suhu tubuh anak bisa turun atau tidak demam sama sekali.

“Jangan bahagia suhu tubuh turun. Hati-hati masuk fase kritis. Tipsnya, bila pada dengue suhu turun tapi anaknya makin diam, kelihatan lemah, gelisah, badan tidak enak, buang air kecil kurang, 4-6 jam kok belum pipis, susah minum, lakukan rawat inap,” jelas Anggi.

Pada fase kritis, bisa terjadi perembesan plasma hingga syok dengan berbagai komplikasi seperti pendarahan, gagal hati, gangguan organ dan fatality rate tinggi. Fase kritis memang hanya berlangsung 24-48 jam, tetapi justru fase inilah yang menentukan apa pasien selamat atau tidak.

Fase pemulihan

Jika fase kritis mampu dilewati pasien, maka kemudian masuk fase pemulihan. Di sini terjadi stabilisasi tanda vital, pendarahan berangsur berkurang atau berhenti, penyerapan kembali cairan ke intravaskular dan nafsu makan meningkat serta tubuh merasa lebih baik.

Meski demikian, orang tua tetap harus bersiap dengan potensi komplikasi seperti kelebihan penyerapan cairan.

Anggi berpesan agar orang tua benar-benar mengenal tanda anak sakit DBD sekaligus gejala pada tiap fase demi menghindari kemungkinan terburuk. Apalagi di fase kritis, tingkat kefatalan tinggi.

“Fase pemulihan itu 2-14 hari. Dengue itu tidak bohong, dalam tujuh hari, tiga fase terlewati, jadi sempit sekali. [Orang tua perlu] menghitung hati dan mengetahui gejalanya di tiap fase,” katanya.

(els/wiw)

[Gambas:Video CNN]


Baca Juga :  4 Cara Mencegah Infeksi pada Anak, Orang Tua Tak Perlu Panik