8 Kemampuan Wajib yang Harus Dikuasai Anak untuk ‘Bertahan Hidup’

Jakarta, c4d-forum.de

Wajar jika orang tua merasa cemas akan apa yang nanti dihadapi anak di masa depan.

Namun kecemasan ini sebaiknya ditindaklanjuti dengan menyiapkan anak termasuk menguasai 8 winning skills.

Menengok torehan prestasi Jerome Polin, salah satu pendiri kanal YouTube Nihongo Mantappu, Anda tidak boleh lupa dengan peran sang bunda, Chrissie Rahmeinsa. Tentu para bunda ingin memiliki anak yang berprestasi dan berkarakter seperti Jerome. Namun dia bercerita ada tantangan tersendiri saat mendampingi Jerome kecil.

¬†“Tantangan kesabaran karena Jerome itu kan unik. Dari kecil dia energik, berani bicara, berpikir kritis. Kalau kurang sabar, kita mudah sekali melabeli anak nakal, negatif. Kalau gitu ya [anak] enggak akan berkembang. Lalu tantangan keterbatasan fasilitas, gimana kami mendukung anak mengembangkan potensi tapi fasilitas terbatas,” ujar Chrissie dalam konferensi pers virtual bersama Nutrilon Royal, Selasa (9/8).

“Temen kamu les, kamu enggak les. Oke kita usaha, kamu les sama mama.”

Usaha keras sang bunda membuahkan hasil seperti yang ditampilkan kini. Jerome memperoleh beasiswa dan lulus dari Universitas Waseda, Jepang. Selain itu ia juga masuk daftar Forbes 30 Under 30 Asia.

Prestasi ini tentu saja menginspirasi sekaligus mendatangkan kecemasan. Bagaimana ya anak menghadapi tantangan di masa mendatang sekaligus tetap bisa menorehkan prestasi?

Psikolog Tiga Generasi Saskya Aulia Prima mengatakan dunia berubah begitu cepat. Disebut pada 2025, sebanyak 85 juta pekerjaan akan digantikan mesin. Kemudian sebanyak 50 persen karyawan di seluruh dunia perlu pembaruan kemampuan (skill) tiap enam bulan.

Jenis-jenis pekerjaan baru muncul sekaligus memunculkan tuntutan untuk penguasaan ketrampilan tertentu. Tantangannya jelas, bagaimana orang tua membentuk anak yang memiliki kepribadian, karakter yang relevan di dunianya.

Baca Juga :  FOTO: Menengok Wajah Kota Tua Jakarta Usai Revitalisasi

Dia berkata, setidaknya ada sebanyak 15 skills yang banyak diperlukan di masa mendatang.

Namun setidaknya ada 8 kemampuan yang diperlukan untuk menang (winning skills).

Motorik: kemampuan psikomotor, motorik kasar dan motorik halus
Kognitif: atensi, fokus, memori, logika, penalaran (reasoning), pengambilan keputusan, dan bahasa
Emosional dan sosial: bahasa

Dari semua kemampuan ini, Saskya menyarankan orang tua agar langkah awal adalah memperhatikan kemampuan motorik anak.

“Motorik ini pintu belajar pertama buat anak. Anak harus sehat dulu. Nah kenapa sih para ahli ini cerewet [tentang pentingnya motorik]? Kita punya indera, ada anggota tubuh bergerak, ini pintu pertama masukkin informasi ke dirinya. Bagaimana bisa kita mau isi otak tapi anak enggak gerak, menyentuh, melihat langsung?” kata Saskya dalam kesempatan serupa.

Stimulasi apa ya yang tepat untuk melatih 8 winning skills anak?

Saskya berkata orang tua tidak harus menginvestasikan dana untuk membeli mainan baru demi stimulasi anak. Justru aktivitas-aktivitas yang menurut orang tua tidak berarti, itu malah jadi stimulasi yang baik buat si kecil.

“Buka tutup botol, misal. Itu sepertinya enggak bermakna, tapi buat anak itu buat latihan motornya. Nanti dia pegang pensil lebih kuat, melatih kognitif juga. Jadi motorik dan kognitif jalan bareng,” imbuhnya.

Kemudian ingin memperkuat kognitif. Anak dua tahun ingin ikut masak. Saskya menyarankan untuk mengizinkan anak turut terlibat untuk melatih fokusnya. Anak bisa diberikan tugas yang mudah.

Anak disediakan roti, meses sehingga dia tinggal menaburkan topping pada roti. Lewat aktivitas sederhana ini, anak bisa mempertahankan fokus dan atensinya, belajar mengambil keputusan.

“Aktivitas itu enaknya anak yang milih. Kita kasih pancingan, lalu sediakan mainan yangopen ended, mainan yangloose part[misal menyusun balok]. Kadang kita enggak mikir suatu benda jadi mainan tapi sama anak jadi mainan. Enggak apa-apa, minta anak cerita, dia bikin apa, caranya gimana. Dengan begitu, semua dapet. Pas ngerjain, atensi dapet, pas minta dia cerita, dia mengingat kembali jadi memori dapat,” jelasnya.

Baca Juga :  Sandi Sebut Ibadah Umat Budha di Candi Borobudur Tak Akan Terganggu

(els/chs)

[Gambas:Video CNN]