9 Kebiasaan Buruk yang Kerap Dilakukan saat Haid, Terlalu Banyak Ngopi

Jakarta, c4d-forum.de

Masih banyak wanita yang melakukan kebiasaan buruk saat menstruasi. Padahal, kebiasaan-kebiasaan ini bisa menimbulkan masalah baru.

Menstruasi adalah hal alamiah yang dialami semua wanita. Namun, masih banyak yang kurang memahami kondisi ini dengan benar.

Akibatnya, banyak kebiasaan-kebiasaan buruk yang tetap dilakukan saat haid. Biasanya, wanita beralibi kebiasaan ini bisa mencairkan suasana hati yang terusik saat haid.

Namun, jika ingin periode haid terasa nyaman, Anda perlu menghindari beberapa kebiasaan berikut.

1. Jarang ganti pembalut

Memakai pembalut yang sama terlalu lama dapat memicu pertumbuhan bakteri di area organ intim.

Mengutip berbagai sumber, dalam kasus tertentu, bakteri dalam pembalut wanita dapat menyebabkan TSS (toxic shock syndrome), yaitu infeksi yang dapat membahayakan nyawa.

Tak sering mengganti pembalut juga akan menimbulkan bau tak sedap pada daerah kewanitaan. Oleh sebab itu, Anda disarankan untuk mengganti pembalut setiap 3-4 jam sekali.

2. Tidak memperhatikan siklus menstruasi




Ilustrasi. Tidak mencatat siklus, salah satu kebiasaan buruk saat menstruasi. (iStockphoto/golubovy)

Mencatat siklus menstruasi seharusnya tak hanya dilakukan oleh wanita yang tengah dalam program hamil. Siapa saja perlu melakukannya.

Dengan melacak periode menstruasi, volume darah, serta tingkat rasa sakit dapat mempermudah Anda dalam memberikan informasi saat berkonsultasi dengan dokter.

3. Terlalu banyak minum kopi

Mengutip Glamour, sebanyak 78 persen wanita mengaku bahwa kafein jadi masalah terbesar saat haid.

Sebuah studi menemukan bahwa minum satu atau lebih cangkir minuman berkafein per hari meningkatkan risiko PMS hingga 30 persen.

4. Tangan tidak bersih

Penting untuk menjaga kebersihan tangan demi melindungi miss V dari semua bakteri yang ditemui sepanjang hari. Tetaplah mencuci tangan menggunakan sabun antiseptik dengan benar meski tangan terlihat bersih.

Selain untuk menghilangkan bau darah, sabun antiseptik juga dapat menyingkirkan bakteri dan kuman yang mungkin tersisa setelah mengganti pembalut.

5. Merokok

Rokok atau tembakau termasuk di antara tiga faktor yang paling berdampak negatif terhadap menstruasi. Perokok berat sering mengalami kram dan gejala haid yang paling parah.

6. Malas bergerak

Banyak wanita yang mengalami kram perut yang cukup mengganggu saat sedang menstruasi ataupun PMS. Hal ini membuat wanita kurang beraktivitas dan malas bergerak.

Padahal, aktivitas fisik dapat mengurangi kram perut dengan meningkatkan aliran darah dan mengurangi stres. Jadi, duduk di meja kerja sepanjang hari hanya dapat memperburuk rasa kram saat menstruasi.

7. Minum alkohol

Mengonsumsi minuman beralkohol tepat sebelum menstruasi juga dapat memperburuk gejala, terutama kram. Minuman beralkohol dapat membuat Anda dehidrasi dan menguras kadar magnesium.

Hal ini juga dapat menyebabkan sakit kepala, perubahan suasana hati, dan nyeri payudara.

8. Kurang tidur




Depressed woman awake in the night, she is exhausted and suffering from insomniaIlustrasi. Kurang tidur, contoh kebiasaan buruk saat menstruasi. (Istockphoto/demaerre)

Kurang tidur disebut dapat membuat periode menstruasi jadi lebih lama dan tidak teratur. Kurang tidur juga bakal membuat kadar hormon menjadi tidak seimbang dan malah merusak suasana hati saat haid.

9. Menuruti stres

Stres memberikan banyak dampak untuk kesehatan, termasuk siklus menstruasi. Stres dapat membuat kram jadi lebih tidak nyaman.

Anda direkomendasikan untuk melakukan olahraga, meditasi, atau apa pun yang dapat menurunkan stres selama menstruasi.

(del/asr)

[Gambas:Video CNN]


Baca Juga :  INTIP: 7 Makanan Terlarang Pemicu Asam Urat