Apa Itu Nifas, Tahapan dan Ciri-ciri Darah yang Keluar

Jakarta, c4d-forum.de

Nifas merupakan kondisi yang umum dialami ibu setelah melahirkan. Apa itu nifas?

Nifas atau lochia adalah pendarahan pada vagina yang terjadi setelah proses persalinan. Hal ini menandakan tubuh yang membutuhkan waktu untuk pulih setelah sembilan bulan kehamilan dan proses persalinan.

Mengutip Healthline, nifas bisa berupa keluarnya darah yang mirip dengan periode menstruasi. Biasanya nifas berlangsung selama empat hingga enam pekan setelah melahirkan.

Seperti menstruasi, pendarahan nifas disebabkan oleh pelepasan dan pemulihan lapisan rahim.

Mulanya, nifas keluar sepenuhnya dalam bentuk darah. Namun seiring berjalannya waktu, nifas lebih banyak mengeluarkan lendir daripada darah.

Darah nifas sendiri biasanya terbuat dari darah, lapisan jaringan rahim, air ketuban, bakteri, selaput janin yang tersisa, dan lendir serviks.

Ibu perlu tahu tentang apa itu nifas agar tak panik saat melihat darah yang tiba-tiba keluar setelah melahirkan.

Tahapan Nifas

Sebagaimana dijelaskan di atas, nifas biasanya berlangsung dalam hitungan minggu. Dalam empat hingga enam minggu ini, nifas keluar secara bertahap dengan masing-masing tahap memiliki ciri-ciri yang berbeda.

Berikut tahapan nifas dan ciri-cirinya, mengutip laman Cleveland Clinic.

1. Lochia rubra




Ilustrasi. Ibu perlu tahu soal apa itu nifas. (iStockphoto/PeopleImages)

Lochia rubra merupakan tahap pertama dari nifas. Tahap ini biasanya berlangsung selama 3-4 hari. Berikut ciri-cirinya:

– darah berwarna merah gelap atau terang;
– mengalir banyak seperti haid;
– terkadang ada gumpalan kecil
– disertai kram ringan.

2. Lochia serosa

Lochia serosa merupakan tahap kedua dari nifas. Tahap ini biasanya berlangsung selama 4-12 hari. Berikut ciri-cirinya:

– keputihan berwarna cokelat kemerahan yang terlihat tidak terlalu seperti darah;
– lebih berair;
– mengalir dalam intensitas sedang;
– tidak ada gumpalan.

3. Lochia alba

Lochia alba merupakan tahap terakhir dari nifas. Tahap ini biasanya berlangsung selama 12 hari hingga 6 pekan. Berikut ciri-cirinya:

– keputihan berwarna putih kekuningan;
– sedikit atau tak ada darah;
– mengalir sedikit atau terlihat seperti bercak;
– tidak ada gumpalan.

Cara Mengatasi Darah Nifas




Hand holding feminine sanitary napkin, an absorbent item worn by a woman while menstruating, on red background with copy space  for hygiene and health conceptIlustrasi. Salah satu cara mengatasi nifas adalah menggunakan pembalut selama enam minggu setelah melahirkan. (Istockphoto/iamnoonmai)

Tapi tak perlu khawatir, Anda bisa melakukan beberapa hal untuk mengatasi darah nifas. Berikut diantaranya:

– gunakan pembalut selama enam minggu pertama setelah persalinan;
– jangan menggunakan tampon atau memasukkan apa pun ke dalam vagina karena berisiko bakteri;
– kenakan pakaian dalam yang baik.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika pendarahan yang terjadi cukup berat dalam waktu kurang dari satu jam dan tidak berkurang dalam beberapa hari, maka segera hubungi dokter.

Selain itu, perhatikan juga tanda-tanda lain seperti berikut ini:

– mengeluarkan bau busuk;
– demam 38 derajat Celcius atau lebih, menggigil;
– darah yang tetap berwarna merah cerah pada pekan kedua;
– pusing atau merasa ingin pingsan;
– detak jantung tidak teratur;
– pembengkakan atau nyeri di sekitar vagina;
– kram berlebih atau nyeri panggul.

Demikian yang perlu Anda ketahui soal apa itu nifas beserta tahapan dan ciri-cirinya. Semoga membantu!

(asr)

[Gambas:Video CNN]


Baca Juga :  Awas, Alzheimer Juga Bisa Menyerang Kamu yang Berusia 30-an