Bahaya Tren Sleepover Date, Seks Berisiko yang Dibungkus Romantis

Jakarta, c4d-forum.de

Tren sleepover date sedang banyak dibicarakan di media sosial. Namun di balik ‘kemasan’ yang manis ini, ternyata sleepover date menyimpan bahaya.

Beberapa waktu lalu muncul unggahan netizen yang menyebut sleepover date dan pasangan yang memasak untuknya. Sleepover date artinya kencan yang dilakukan sembari menginap di rumah pasangan atau kekasih.

Dalam unggahan juga disebutkan betapa gemas perempuan yang mengenakan baju laki-laki atau pasangannya.

Sontak ini unggahan ini mendapat respons beragam. Mungkin awalnya ingin memancing bahasan lucu tetapi justru pengirim unggahan ‘dirujak’ netizen. Sebagian menyebut sleepover date tak ada bedanya dengan kumpul kebo.

Menurut psikolog klinis Marissa Meditania, sleepover date sebenarnya hanya penjenamaan terhadap konsep dan bentuk perilaku yang sudah lama ada seperti FWB (friends with benefit), HTS (hubungan tanpa status) atau TT, (teman tapi mesra).

“Ini ada istilah baru, branding baru, [membuatnya] tampak lebih manis, positif, padahal itu bukan sesuatu yang bisa dibenarkan juga,” kata Marissa pada CNNIndonesia.com lewat pesan suara, Jumat (9/9).

Dia mengatakan sleepover date, FWB, HTS atau TTM tujuan dan konsepnya sebenarnya mirip yakni, mendapatkan keintiman. Hanya saja, FWB sudah terlanjur mendapatkan cap buruk. FWB dipandang sebagai hubungan yang hanya bertujuan mendapatkan kenikmatan seksual tanpa komitmen dan berisiko tertular penyakit termasuk HIV/AIDS.

Sleepover date hadir dengan membawa kesan lebih positif. Padahal risikonya kurang lebih serupa. Marissa menambahkan seiring tersebarnya istilah yang terkesan positif ini di media sosial, dikhawatirkan sleepover date jadi sesuatu yang dinormalisasi.

Padahal sleepover date juga berisiko penyakit menular seksual (PMS) dan dampak-dampak lain yang tidak diperhitungkan sebelumnya.

Baca Juga :  3 Kebiasaan untuk Cegah Kutu Rambut Pada Anak

“Belum lagi orang merasa ini hal yang normal padahal belum siap untuk melakukan hal-hal berbau seksual, nanti ditinggal pasangan lalu ada keberhargaan diri yang diambil juga. Dan mereka kan milih, berani [melakukan] dan menormalisasi [sleepover date],” katanya.

(tst/asr)

[Gambas:Video CNN]