Bakteri Ini Diduga Jadi Biang Kerok Pneumonia Misterius di Argentina

Jakarta, c4d-forum.de

Pneumonia misterius bikin heboh warga Nigeria. Hingga Sabtu (3/9), penyakit itu telah menyebabkan empat pasien meninggal dunia.

Kasus-kasus tersebut terjadi di salah satu klinik swasta di Kota San Miguel, Provinsi Tucuman. Keempatnya diketahui terserang infeksi paru-paru yang sangat langka.

Lantas, apa sebenarnya penyebab pneumonia misterius di Argentina?

Menteri Kesehatan Argentina Carla Vizzoti mengatakan bahwa pihaknya telah menemukan penyebab infeksi. Mengutip AFP, bakteri Legionella ditemukan sebagai penyebab utama pada pneumonia misterius yang menyerang beberapa warga di negaranya.

Penyakit ini telah dikaitkan dengan air yang terkontaminasi dan sistem pendingin udara yang tidak bersih.

Saat wabah pertama kali ditemukan, dokter sempat menguji pasien dengan tes Covid-19 dan Hantavirus. Namun, hasil tes yang negatif membuat pemerintah mengirimkan sampel penyakit ke Institut Malbran di Buenos Aires.

Hasil penelitian laboratorium menemukan bakteri Legionnela sebagai penyebabnya.

Apa itu bakteri Legionella?

Bakteri ini menyebabkan penyakit yang biasa disebut dengan nama legiuner. Penyakit ini umumnya berbentuk peradangan pada paru-paru.

Mengutip laman Mayo Clinic, kebanyakan pasien tertular lewat menghirup bakteri dari air atau tanah. Bakteri ini juga dapat berkembang biak dalam sistem udara buatan manusia seperti AC.

Kelompok lanjut usia, perokok, dan mereka dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah sangat rentan terhadap legiuner.




Ilustrasi. Demam, salah satu gejala legiuner penyebab pneumonia misterius di Argentina. (Istockphoto/ Thomas_EyeDesign)

Pada tingkat yang ringan, bakteri ini menyebabkan demam Pontiac. Demam jenis ini biasanya bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, legiuner yang tidak diobati bisa berakibat fatal.

Gejala penyakit legiuner bisa muncul 2-10 hari setelah paparan bakteri. Gejala awal mencakup berikut:

– sakit kepala,
– nyeri otot,
– demam tinggi hingga 40 derajat Celcius.

Setelah 2-3 hari, gejala akan berkembang menjadi berikut:

– batuk berdahak atau berdarah,
– sesak napas,
– sakit dada,
– mual, muntah, diare,
– kebingungan.

Meski utamanya menyerang organ paru-paru, namun terkadang bakteri ini juga bisa menyebabkan infeksi pada bagian lainnya, termasuk jantung.

Ada beberapa komplikasi penyakit legiuner yang perlu diketahui. Beberapa komplikasi berikut bisa mengancam jiwa.

1. Gagal napas

Hal ini terjadi saat paru-paru tidak dapat menyediakan oksigen yang cukup bagi tubuh atau tidak mampu mengeluarkan cukup karbon dioksida dari darah.

2. Syok septik

Hal ini terjadi karena penurunan tekanan darah yang tiba-tiba dan parah. Kondisi ini dapat mengurangi aliran darah ke organ vital, terutama ginjal dan otak.

Akibatnya, jantung akan mencoba mengkompensasi dengan meningkatkan volume darah yang dipompa. Namun, beban kerja ekstra itu akhirnya bisa melemahkan jantung dan mengurangi aliran darah.

3. Gagal ginjal akut

Kondisi ini terjadi saat kemampuan ginjal untuk menyaring racun dalam darah menghilang secara tiba-tiba. Kondisi ini membuat berbagai racun dan limbah menumpuk di dalam tubuh.

(asr)

[Gambas:Video CNN]


Baca Juga :  Kendalikan Laju Covid-19, Kapolri Minta Objek Wisata Terapkan Protokol