Baunya Menyengat, Bagaimana Hukum Makan Jengkol dalam Islam?

Jakarta, c4d-forum.de

Meski mengeluarkan bau yang menyengat dan mengganggu, namun jengkol tetap jadi makanan yang kerap dilahap banyak orang. Namun, bagaimana hukum makan jengkol dalam Islam?

Kyai dari PBNU, Fahrur Rozi mengatakan bahwa jengkol adalah makanan yang sebenarnya tidak pernah disinggung dalam Al-Qur’an. Tapi, karena jengkol memiliki aroma yang khas dan bau, hukumnya bisa sama dengan makan bawang putih atau bawang merah.

“Makruh makan sesuatu jika baunya mengganggu orang lain, ini mirip dengan bawang merah dan bawang putih. Jengkol juga, kan, bau. Jadi hukumnya sama. Makruh,” kata kyai yang akrab disapa Gus Fahrur saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (26/8).

Kata dia, hal ini juga sesuai dengan hadis Nabi Nabi Muhammad SAW:

عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه في فتح خيبر أن النبي صلى الله عليه وعلى آله وسلم قال: “من أكل من هذه الشجرة الخبيثة شيئاً فلا يقربنا في المسجد”، فقال الناس: حرمت، حرمت، فبلغ ذلك النبي صلى الله عليه وسلم فقال: “أيها الناس إنه ليس بي تحريم ما أحل الله لي، ولكنها شجرة أكره ريحها

Artinya;

“Dari Abi Sa’id al Khurdry ketika penaklukan Khaibar, Nabi Muhammad saw bersabda : ‘Siapa yang memakan dari pohon yang bau ini (bawang merah dan bawang putih) maka janganlah mendekati masjid.’ Orang-orang pun langsung bercerita-cerita tentang sabda nabi ini, mereka mengatakan : ‘Diharamkan, diharamkan.’ Hingga sampailah isu ini ke Rasulullah SAW, maka beliau bersabda : ‘Wahai umat manusia, sesungguhnya saya tidak mengharamkan apa yang telah Allah halalkan, akan tetapi pohon ini, aku tidak suka baunya.” (H.R Muslim).

Baca Juga :  AS Batasi Vaksin Johnson & Johnson Waspada Penggumpalan Darah

Rasulullah memang tidak mengharamkan makanan yang bau menyengat seperti jengkol, bawang putih, bawang merah. atau petai. Tapi, Rasul meminta agar umatnya menjaga diri untuk tidak datang beribadah dalam keadaan bau setelah melahap makanan tersebut.

Jika memang ingin mengonsumsi jengkol dan makanan berbau menyengat lainnya, disarankan untuk segera menggosok gigi untuk menghilangkan bau di dalam mulut agar tidak mengganggu orang lain.

“Apalagi jika berkumpul di masjid untuk berjamaah. Jangan menyakiti orang lain dengan bau badan dan mulut,” katanya.

(tst/asr)

[Gambas:Video CNN]