Bayi Meninggal Usai Naik Motor 13 Jam buat Nonton Bola,Ini Kata Dokter

Jakarta, c4d-forum.de

Seorang bayi meninggal saat dibawa naik motor oleh orangtuanya untuk nonton bola.

Tidak tanggung-tanggung jarak tempuh yang dilewati mereka menggunakan sepeda motor adalah dari Tegal ke Surabaya.

Diketahui bahwa sang ibu sempat memberikan ASI, kemudian memandikan bayinya. Tak lama setelah itu, si bayi tak lagi ingin menyusu dan mengalami batuk berdahak. Setelah dibawa ke rumah sakit, dinyatakan oleh Dokter bahwa bayi tersebut sudah tidak bernapas lantaran paru-parunya dipenuhi cairan.

Bayi meninggal nonton bola ini sempat diberi alat bantu pernapasan.

Ketika cairan di dalam paru-paru bayi berhasil dikeluarkan, sayangnya, jantung bayi itu sudah tidak berdetak lagi dan akhirnya meninggal dunia.

Menanggapi kasus tersebut, Dokter Spesialis Anak Kurniawan Satria Denta menyatakan bahwa baik jarak jauh maupun dekat, orangtua tak disarankan untuk membawa bayinya untuk naik motor.

Hal ini dikarenakan tidak hanya hal tersebut melanggar aturan, namun juga sangat membahayakan bagi kesehatan bayi di bawah satu tahun.

“Bahayanya bagi bayi itu banyak sekali. Pertama, risikonya sangat tinggi untuk cedera kepala karena usia bayi adalah usia yang sangat rentan cedera kepala, leher, dan tulang belakang,” jelas Denta saat dihubungi oleh CNNIndonesia.com pada Senin (8/8).

“Bayi itu kepalanya berat bagi mereka. 30 persen bobot bayi ada di kepalanya, dengan leher yang belum mampu menopang kepala. Jadi, secara biomekanik kepala bayi jadi seperti bandul yang bisa berayun tanpa tahanan yg cukup,” lanjutnya.

Menurutnya, bayi yang dibawa naik sepeda motor tidak hanya cedera di kepala, namun juga trauma bagi bayi alias cedera di beberapa bagian tubuh yang terjadi bersamaan. Misalnya patah rusuk, tungkai, perdarahan rongga perut, dan sebagainya.

Baca Juga :  IDAI Catat 67 Bayi Baru Lahir Terinfeksi HIV di Tahun 2020

“Cairan di dalam paru-paru bayi itu bisa saja si bayi tidak dalam kondisi yang fit saat dibawa naik motor. Bisa juga air ASI yang sempat diminum itu masuk ke paru-paru,” tambahnya.

Membahas hal ini, Denta juga sempat menyebutkan dalam sebuah utas di Twitter bahwa gerak bayi belum bisa bebas. Ketika bayi tergencet lantaran dibonceng di tengah, risiko cedera akan bertambah karena bayi belum dapat memperbaiki posisi tubuhnya sendiri.

Hipotermia

Tak cuma risiko ganda akan masalah tubuh, bayi meninggal nonton bola juga bisa disebabkan oleh hipotermia karena kedinginan.

Bayi dengan hipotermia berisiko tinggi untuk mengalami gangguan pernapasan, metabolisme, sampai gangguan kesadaran.

Dokter yang berpraktik di Mayapada Hospital Kuningan, Jakarta Selatan, ini mengatakan anak baru boleh dibawa naik sepeda motor jika di usianya sudah bisa menginjakkan kakinya di sadel motor.

Bayi berusia enam bulan meninggal dunia setelah dibawa orang tuanya berkendara sepeda motor dari Tegal keSurabaya demi menonton pertandingan sepak bola. Kedua orang tuanya kini menyesali tindakannya.

Orang tua bayi, FJ (38) mengatakan mereka berangkat dari Tegal pada Sabtu (31/7) pukul 17.38 WIB dan tiba di Surabaya Minggu (1/8) pukul 07.10 WIB. Selama perjalanan, mereka sempat beristirahat tiga kali.

“Di Kudus itu masih sehat. Bahkan beberapa pengendara menyapa. Lucu, ya, anaknya. Mereka juga bertanya mau ke mana, saya jawab mau lihat bola di Surabaya, kata FJ, Minggu (7/8).

FJ dan istrinya RA (31) mengajak putrinya naik motor melakukan perjalanan antarkota antarprovinsi karena pertimbangan hemat biaya.

“Kalau naik mobil kan habisnya kan sekitar Rp2 juta. Jadi saya pilih naik motor dari Tegal hari Sabtu (31/7) pukul 17.38 WIB,” kata FJ, orangtua bayi meninggal nonton bola.

Baca Juga :  6 Pertanyaan Soal Seks yang Ramai di Google, Simak Jawaban Para Ahli

(del/chs)

[Gambas:Video CNN]