Beda Busana Berkabung Ratu Elizabeth II dan Raja George VI

Jakarta, c4d-forum.de

Pemakaman Ratu Elizabeth II masih terus menjadi sorotan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah busana berkabung para anggota keluarga kerajaan Inggris.

Momen ini adalah pemakaman raja dan ratu Inggris pertama kalinya lagi setelah 70 tahun lalu Raja George VI meninggal dunia. Seluruh anggota keluarga hadir dengan busana berkabungnya masing-masing.

Namun, busana berkabung di momen pemakaman Ratu Elizabeth II dan Raja George VI terlihat berbeda. Di masa kini, busana berkabung terlihat jauh lebih modern daripada dahulu kala.

Salah satu contohnya adalah absennya kerudung hitam transparan panjang monarki. Pada momen pemakaman Raja George VI, kerudung ini menutupi wajah wanita anggota keluarga kerajaan.

Mengutip Harper’s Bazaar, kala itu kerudung yang digunakan berbentuk panjang, bahkan hingga menutupi area dada. Kerudung juga tidak tembus pandang.

Sementara di zaman kiwari, kerudung itu berubah menjadi penutup kepala yang tembus pandang.

Kerudung itu kini menyerupai kain jala berwarna hitam yang menutup sebagian kepala para wanita anggota keluarga kerajaan. Penutup kepala digunakan bersamaan dengan topi hitam.

Ditambah lagi, mengutip Mirror, kini penggunaan kerudung atau penutup wajah juga tampaknya dianggap sebagai pilihan pribadi masing-masing anggota keluarga kerajaan.

Duchess of Sussex Meghan Markle, misalnya, yang hadir cukup menggunakan topi hitam, tanpa penutup kepala. Tampak berbeda dengan anggota lainnya seperti Kate Middleton yang menggunakan penutup kepala.

Padahal sebelumnya, kerudung atau penutup kepala menjadi salah satu tradisi busana berkabung kerajaan yang dijaga begitu ketat.

Mengutip Page Six, sejarawan kerajaan Inggris, Jessica Storoschuk mengatakan bahwa penggunaan kerudung dianggap dapat menutupi kesedihan mereka dari pandangan publik.

Baca Juga :  Hati-hati 5 Bahaya Makan Berlebihan, Memori Terganggu

Seiring waktu, gaya kerudung telah berubah. Dari kerudung panjang hingga penutup kepala yang tembus pandang.

Tak hanya itu, semua wanita kerajaan juga mengenakan ‘perhiasan duka’ yang berupa mutiara. Mutiara dianggap melambangkan air mata kesedihan.

(asr)

[Gambas:Video CNN]