Beda Gejala Ruam Cacar Monyet dan Penyakit Infeksi Kulit

Jakarta, c4d-forum.de

Cacar monyet adalah penyakit menular yang kini tengah menjadi perhatian. Seperti cacar lainnya, gejala paling khas dari penyakit ini muncul pada kulit.

Orang yang terpapar cacar monyet akan mengalami ruam, bintik-bintik, serta lenting yang bernanah. Gejala ini memang mirip dengan beberapa penyakit kulit lain, seperti infeksi kulit atau impetigo.

Lantas, bagaimana beda gejala cacar monyet di kulit dengan penyakit infeksi kulit lainnya?

Ketua Satgas Cacar Monyet PB IDI sekaligus perwakilan Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia, Hanny Nilasari mengatakan, meskipun masalah kulit ini mirip dengan penyakit kulit lainnya, namun tetap ada perbedaan mencolok saat seseorang terpapar cacar monyet.

Perbedaan itu terdapat pada bintik atau lenting bernanah saat seseorang terkena cacar monyet. Bintik biasanya muncul berdempet satu sama lain dan jaraknya lebih berdekatan atau bergerombol.

Bukan hanya itu, gejala juga biasanya akan disertai dengan demam, pusing, dan lemas.

“Kelainannya mirip impetigo. Tapi cacar itu lesinya lebih dekat-dekat. Kemudian diikuti oleh gejala demam, myalgia, sakit kepala, dia terasa tidak enak di saluran tenggorokan,” kata dia saat melakukan virtual press briefing, beberapa waktu lalu.

Bukan hanya itu, saat seseorang terpapar cacar monyet, ruam juga akan muncul di atas kulit. Ruam itu akan diikuti oleh bintik yang kemudian berubah menjadi lenting. Rata-rata masalah kulit itu juga muncul di wajah dengan lenting yang bergerombol di area tertentu.

“95 persen manifestasi [gejala ruam akibat cacar monyet] ada di wajah. Jadi sangat mudah dikenali,” ujar Hannya.

Selain di wajah, sebanyak 75 persen kasus muncul di telapak tangan dan kaki. Sementara sebanyak 70 persen kasus, ruam atau lesi juga muncul di area mulut, genital, atau mata.

Baca Juga :  Jam Paling Aman Buat Berjemur Agar Imun Kuat Tanpa Risiko Kanker Kulit

“Di alat kelamin itu tidak terlalu banyak, 30 persen saja. Kemudian di selaput lendir mata 20 persen,” jelas Hanny.

(tst/asr)

[Gambas:Video CNN]