Benarkah Makan Jengkol Bikin Kolesterol Naik?

Jakarta, c4d-forum.de

Para penikmat jengkol sering menganggap makanan ini bikin kolesterol jahat dalam darah meningkat. Benarkah demikian?

Jengkol adalah makanan yang cukup umum di Indonesia. Meski aromanya khas dan cenderung tidak enak, banyak orang menyukai makanan ini.

Dokter spesialis gizi klinis di RSIA Melinda Bandung Johanes Casay Chandrawinata mengatakan, tidak ada penelitian khusus yang menyebut jengkol menyebabkan kolesterol jahat meningkat. Sebaliknya, jengkol justru kaya akan serat.

Serat yang terkandung dalam jengkol hampir serupa dengan serat pada sayuran. Ini juga yang membuat orang gampang buang air besar setelah makan jengkol.

“Tidak ada penelitian yang menyebut kolesterol jadi tinggi gara-gara jengkol. Justru, seratnya yang banyak di buah ini,” kata Johanes saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (23/8).

Selain serat, kandungan nutrisi lainnya yang ada pada jengkol juga beragam. Misalnya protein, kalori, karbohidrat, lemak, kalsium, hingga berbagai macam vitamin lainnya.

Johanes menduga, anggapan soal jengkol yang membuat kolesterol meningkat ini muncul akibat cara pengolahannya. Misalnya saat jengkol dibuat semur, kolesterol bisa naik karena kuah santan pada semur.

“Tapi tetap, ya, bukan karena jengkolnya, lebih kepada karena santannya,” kata dia.

Walau tidak ada bukti jengkol tidak menyebabkan kolesterol, bukan berarti makanan ini bebas bahaya. Anda tetap dianjurkan untuk tidak berlebihan dalam mengonsumsi jengkol.

Alasannya, karena jengkol mengandung asam jengkolat yang bisa mengkristal di saluran kencing atau ginjal. Kristal ini bisa menyebabkan masalah kemih, terutama sakit saat kencing hingga kencing berdarah.

“Satu-satunya yang pasti itu bahaya pada jengkol bukan kolesterol, tapi sakit kencing gara-gara asam jengkolat,” katanya.

Baca Juga :  Sensasi Dingin Pegunungan Fuji Jepang di Trans Snow World Bintaro

(tst/asr)

[Gambas:Video CNN]