Biaya Masuk Pulau Komodo Naik, Banyak Turis Batalkan Reservasi

Jakarta, c4d-forum.de

Kenaikan biaya masuk ke Taman Nasional Komodo (TNK) yang meliputi Pulau Komodo, Pulau Padar, dan perairan di sekitarnya, berdampak pada banyaknya wisatawan yang membatalkan reservasi ke Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pengurus DPC Gabungan Pengusaha Wisata Bahari (Gahawisri) Labuan Bajo, Budi Widjaya, para pelaku dan operator pariwisata di Labuan Bajo merasa sangat dirugikan. Budi mengungkapkan, banyak wisatawan atau turis yang telah melakukan reservasi, akhirnya membatalkan perjalanan ke Labuan Bajo, akibat kebijakan menaikkan biaya masuk tersebut.

“Sehingga sebelum memboikot ternyata kita (pelaku pariwisata) sudah lebih dahulu terboikot dengan kebijakan pemerintah,” ujar dia saat dihubungi.

“Dan (pembatalan) ini sudah terjadi sejak bulan Juni lalu,” tambahnya.

Seperti diketahui, biaya masuk TNK menjadi Rp 3,75 juta per orang untuk satu tahun dan diberlakukan mulai 1 Agustus 2022. Sebelum, biaya masuk per orang hanya mencapai Rp 150 ribu per orang.

Sejumlah pelaku pariwisata di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), melakukan aksi mogok pada Senin (1/8/2022), tepat pada hari pertama pemberlakuan tarif baru masuk Taman Nasional Komodo (TNK).




Pulau Komodo dan Pulau Padar jadi lokasi konservasi komodo. (Foto: c4d-forum.de/Silvia Galikano)

Aksi mogok tersebut merupakan bentuk protes atas kebijakan pemerintah menaikkan biaya masuk ke TNK, yang meliputi Pulau Komodo, Pulau Padar, dan perairan di sekitarnya. Rencananya, mogok tersebut akan berlangsung selama sebulan.

Dalam rilis yang diterima c4d-forum.de.com dari Forum Masyarakat Penyelamat Pariwisata Manggarai Barat (FORMAPP), menyebut bahwa Formapp dan seluruh asosiasi pelaku pariwisata Manggarai Barat akan melakukan aksi mogok massal sejak 1 Agustus hingga 31 Agustus 2022.

Namun, aksi mogok itu diisi dengan kegiatan positif seperti memunguti sampah di beberapa pulau yang selama ini menjadi tempat tujuan wisata di Manggarai Barat, termasuk Pulau Komodo dan Pulau Rinca.

Para pelaku pariwisata di NTT tersebut juga akan menggelar upacara bendera dalam rangka Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-77 di Pulau Kelor. Lalu, pada 26 Agustus sampai 31 Agustus 2022, mereka akan melakukan aksi unjuk rasa.

Dia berharap pemerintah pusat bisa mengambil alih persoalan tersebut dan mendengar aspirasi dari seluruh pelaku pariwisata di Labuan Bajo. “Karena apa yang dilakukan oleh pemerintah tanpa melibatkan dan mendengar aspirasi (pelaku wisata),” kata Budi.

(eli/wiw)

[Gambas:Video CNN]


Baca Juga :  Le Minerale Dipercaya Penuhi Kebutuhan Air di JIS