Bolehkah Puasa Asyura Dilakukan Tanpa Didahului Tasua?

Jakarta, c4d-forum.de

Di bulan Muharram, ada berbagai amalan yang bisa mendatangkan pahala jika dikerjakan. Salah satu amalan yang dianjurkan yakni melaksanakan puasa Tasua dan Asyura atau puasa di tanggal 9 dan 10 Muharram.

Meskipun tampak seperti satu kesatuan, kenyataannya kedua puasa ini berbeda. Pahala yang didapatkan pun tentu akan berbeda. Lalu bolehkah puasa Asyura tanpa puasa Tasua atau keduanya harus dikerjakan bersama-sama?

Puasa 10 Muharram atau yang dikenal dengan nama puasa Asyura memang sangat dianjurkan untuk dikerjakan dalam agama Islam. Puasa ini juga memiliki ladang amalan yang luar biasa. Barang siapa yang berpuasa di hari tersebut Allah SWT akan mengampuni dosa satu tahun lalu dari orang tersebut.

Sebagaimana dikutip dari berbagai sumber, keutamaan puasa Asyura atau puasa 10 Muharram juga dijelaskan dalam Fathul Mu’in karya Syekh Zainuddin bin Abdul Aziz Al-Malibari.

و) يوم (عاشوراء) وهو عاشر المحرم لأنه يكفر السنة الماضية كما في مسلم (وتاسوعاء) وهو تاسعه لخبر مسلم لئن بقيت إلى قابل لأصومن التاسع فمات قبله والحكمة مخالفة اليهود ومن ثم سن لمن لم يصمه صوم الحادي عشر بل إن صامه لخبر فيه

Artinya,

“[Disunahkan] puasa hari Asyura, yaitu hari 10 Muharram karena dapat menutup dosa setahun lalu sebagai hadits riwayat Imam Muslim. [Disunahkan] juga puasa Tasua, yaitu hari 9 Muharram sebagai hadits riwayat Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda, ‘Kalau saja aku hidup sampai tahun depan, niscaya aku akan berpuasa Tasua.”

Tetapi Rasulullah SAW wafat sebelum Muharram tahun depan setelah itu. Hikmah puasa Tasua adalah menyalahi amaliyah Yahudi. Dari sini kemudian muncul anjuran puasa hari 11 Muharram bagi mereka yang tidak berpuasa Tasua. Tetapi juga puasa 11 Muharam tetap dianjurkan meski mereka sudah berpuasa Tasua sesuai hadits Rasulullah SAW.

Baca Juga :  Berani Makan Gaebul, Camilan Ikan Penis Mentah ala Korea?

Jadi bolehkan bolehkah puasa Asyura tanpa puasa Tasua?

Puasa di tanggal 9 dan 11 Muharram yang kemudian dikenal dengan sebutan puasa Tasua memang dianjurkan. Ini dilakukan agar puasa pada 10 Muharram atau puasa Asyura berbeda dengan kegiatan yang dilakukan kaum Yahudi.




Ilustrasi puasa Asyura dan Tasua. (iStockphoto/FarAway)

Meski demikian, sebagaimana dijelaskan dalam mazhab Syafi’i, puasa Asyura saja tanpa diiringi puasa sehari sebelum dan sesudahnya tetap tidak masalah.

وفي الأم لا بأس أن يفرده (أي لا بأس أن يصوم العاشر وحده

Artinya,

“(Di dalam kitab Al-Umm, tak masalah hanya mengamalkan puasa Asyura saja) maksudnya, agama tidak mempermasalahkan orang yang hanya berpuasa 10 Muharram saja (tanpa diiringi dengan puasa sehari sebelum dan sesudahnya).” 

Meski demikian, bukan berarti amalan Asyura yang dilakukan umat Muslim sama dengan yang dilakukan kaum Yahudi. Muslim yang mengamalkan puasa Asyura saja sudah bagus dan puasa sebelum serta sesudahnya atau puasa Tashua hanya bersifat menyempurnakan saja.

(tst/asr)

[Gambas:Video CNN]