Cerita Desainer Soal Jas JK di Jepang: Dibuat 1×24 Jam

Jakarta, c4d-forum.de

Muhammad Jusuf Kalla (JK) hingga Sultan Hamengkubuwono X mendapatkan penghargaan tertinggi bintang jasa utama The Grand Cordon of the Order of the Rising Sun dari Pemerintah Jepang.

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Kaisar Jepang Naruhito di Istana Kekaisaran, Selasa (10/5).

Penghargaan Order of the Rising Sun diberikan kepada individu dengan prestasi luar biasa di bidang hubungan internasional, promosi budaya Jepang, dan pelestarian lingkungan.

Saat menerima penghargaan tersebut, JK terlihat memakai busana tradisional Indonesia, jas tutup khas Makassar. Busananya sendiri dibuat oleh desainer Indonesia, Didiet Maulana.

Jas ini dipadukan dengan kain songket Padang berwarna merah di bagian bawahnya. Songket ini merupakan koleksi Mufidah Jusuf Kalla. Tak lupa peci hitam juga dipakainya.

Didiet mengungkapkan bahwa jas ini dibuat dalam waktu 1×24 jam.

“Mau cerita tentang proses pembuatan jas tutup pak Jk yang kami buat hanya dalam waktu 1×24 jam,” tulis Didiet di akun Twitternya.

“Permintaan mendadak ketika libur Lebaran. Dua hari sebelum beliau berangkat ke Jepang.”

Desainer Ikat Indonesia itu bercerita bahwa dia dihubungi oleh anak-anak JK untuk membuatkan baju tersebut. Sebuah proyek yang disebutnya sebagai mission possible.

“Alias enggak mungkin enggak dibuatkan. Akhirnya langsung tim aku, Bu Hera, kita gerilya cari bahan di toko yang harus kita minta untuk buka. Siangan kita ngukur, langsung gambar.”

Usai proyek semalam, jas tutup berwarna hitam masih harus di-fitting alias disesuaikan dengan tubuh. Didiet mengungkapkan bahwa dia sampai harus membangunkan JK dari tidur siangnya untuk mencoba baju.

“Maaf ya Pak JK, dibangunkan tidur siangnya untuk fitting,” katanya.

Baca Juga :  Pemain Sepakbola AS Roma Bakal 'Didandani' Rumah Mode Mewah Fendi

(chs)

[Gambas:Video CNN]