Daftar Makanan yang Baik dan Pantang untuk Penyakit Jantung

Jakarta, c4d-forum.de

Hari Jantung Sedunia diperingati saban 1 September pada setiap tahun. Hari ini jadi momen untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya penyakit jantung.

Bukan rahasia lagi, pengidap penyakit jantung tak bisa mengonsumsi sembarang makanan. Ada beberapa makanan baik untuk penyakit jantung, ada juga yang bisa berdampak buruk.

Penyakit jantung sendiri dikenal sebagai pembunuh nomor satu di dunia. Di Indonesia, data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 mencatat prevalensi penyakit jantung yang tinggi sebesar 1,5 persen.

Artinya, kesadaran akan pentingnya cara mencegah penyakit jantung perlu digalakkan kembali. Salah satunya dengan menjaga asupan makanan.

Sebagaimana diketahui, pola makan tidak sehat bisa meningkatkan risiko penyakit jantung.

Pantangan Makanan Penyakit Jantung

Orang dengan penyakit jantung harus menghindari beberapa makanan, selain tentunya di luar makanan yang baik untuk jantung. Berikut diantaranya, mengutip berbagai sumber.

1. Makanan tinggi lemak dan kolesterol

Kolesterol dan lemak berlebih dapat menghambat aliran oksigen ke jantung. Pengidap jantung disarankan untuk membatasi asupan daging merah, jeroan, udang, santan, dan lainnya.

2. Daging olahan




Ilustrasi. Sosis, salah satu makanan yang pantang untuk penyakit jantung. (forwimuwi73/Pixabay)

Daging olahan juga jadi makanan yang buruk untuk penyakit jantung. Daging jenis ini mengalami proses pengolahan dengan penambahan bahan pengawet berupa nitrit dan garam yang tinggi.

Mengutip laman Cleveland Clinic, asupan garam berlebih dapat meningkatkan tekanan darah. Tekanan darah yang tinggi menjadi salah satu faktor risiko penyakit jantung.

3. Makanan cepat saji

Makanan cepat saji termasuk ke dalam kelompok makanan tinggi lemak. Makanan jenis ini umumnya mengandung lemak jahat yang berpotensi buruk untuk jantung.

Selain itu, makanan ini juga rendah serat dan gizi.

4. Makanan dan minuman manis

Makanan dan minuman tinggi gula bisa memicu obesitas. Sementara obesitas sendiri menjadi salah satu faktor risiko utama penyakit jantung.

Obesitas dapat mengurangi elastisitas pembuluh darah hingga mengalami penyempitan. Kondisi ini membuat orang dengan obesitas rentan terserang aterosklerosis yang bisa berujung pada penyakit jantung koroner.

Makanan yang Baik untuk Penyakit Jantung




Ilustrasi SayuranIlustrasi. Sayuran hijau, salah satu makanan yang baik untuk jantung. (kkolosov/Pixabay)

Sebagai pengganti beberapa asupan yang bisa berdampak buruk di atas, Anda bisa mengonsumsi beberapa makanan yang baik untuk penyakit jantung berikut.

1. Sayuran hijau

Ragam nutrisi pada sayuran hijau mampu menekan risiko serangan jantung.

Brokoli, bayam, kangkung, pakcoy, dan asparagus jadi beberapa sayuran terbaik untuk penyakit jantung. Sayuran ini mengandung vitamin C, vitamin E, folat, kalium, kalsium, dan serat yang semuanya membantu fungsi jantung kembali normal.

2. Kentang

Asupan kentang berperan dalam menurunkan tekanan darah. Penyebabnya adalah kandungan kalium dalam kentang.

Anda bisa menjadikan kentang sebagai pengganti nasi putih pada menu makan harian. Padukan dengan beberapa pilihan sayuran hijau di atas.

Namun perlu diingat, cara terbaik untuk mengonsumsi kentang adalah dengan mengukus atau merebusnya. Mengolahnya dengan cara digoreng hanya akan meningkatkan risiko penyakit jantung.

3. Ikan salmon

Ikan salmon dan deretan ikan kaya asam lemak omega-3 lainnya jadi pilihan makanan terbaik untuk jantung. Mengutip Mayo Clinic, ikan dengan kandungan asam lemak omega-3 mampu membantu mengurangi kadar kolesterol.

Selain salmon, Anda juga bisa mendapatkan asupan omega-3 lainnya dari tuna dan ikan kembung.

Namun, pastikan untuk tidak menggunakan minyak atau mentega berlebih saat mengolahnya.

4. Oatmeal

Bukan rahasia lagi, oatmeal adalah salah satu pilihan makanan sehat, termasuk untuk jantung. Kandungan serat pada oatmeal mampu menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

5. Tomat

Warna merah alami pada tomat mengandung senyawa antioksidan bernama likopen. Senyawa ini mampu menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Sebuah penelitian menemukan, asupan jus tomat tanpa gula selama delapan pekan dapat mengurangi kadar triigliserida yang bisa menghambat aliran darah dan memicu serangan jantung.

Jangan lupa untuk mengonsumsi makanan yang baik untuk penyakit jantung di atas agar tubuh tetap sehat.

(tim/asr)

[Gambas:Video CNN]


Baca Juga :  Berapa Batas Konsumsi Tanggal Aman Harian?