Cacar Monyet Bisa Menular Lewat ASI

Jakarta, c4d-forum.de

Monkeypox atau cacar monyet saat ini telah ditetapkan sebagai darurat global oleh lembaga kesehatan dunia (WHO). Namun kini cacar monyet disebut bisa menular lewat ASI.

Menyusul penyakit yang saat ini telah ditemukan di 75 negara, dengan total kasus yang dilaporkan sebanyak 16 ribu lebih.

Penyakit yang disebabkan oleh virus ini memang bisa menular melalui kontak erat dan cairan. Bahkan kemungkinan bisa menular melalui air susu ibu (ASI) kepada bayi mereka.

Meskipun masih dilakukan penelitian lebih lanjut, Dokter Penyakit Dalam di Rumah Sakit St. Carolus Salemba, Robert Sinto menyebut ibu yang sedang menyusui sebaiknya tidak memberikan ASI mereka jika terbukti sedang terkena cacar monyet.

“Karena sama-sama melewati aliran darah (seperti yang ditemukan di sperma), virus ini mungkin bisa ditularkan dari ASI. Jadi untuk ibu yang tertular, agar tidak memberikan ASI-nya,” kata Robert saat hadir dalam update penyakit Monkeypox yang digelar Kementerian Kesehatan secara daring, Rabu (27/7).

Bukan hanya ASI yang diberikan langsung, Robert juga menyebut ASI yang diperah tidak boleh diberikan kepada bayi sampai si ibu benar-benar sembuh dari cacar monyet. Sebab penularan bukan hanya terjadi melalui kontak kulit ibu dengan bayi tetapi juga cairan asi yang diminum bayi.

“Perah juga tidak boleh, jadi selama menderita cacar monyet lebih baik stop memberi ASI sama sekali,” kata dia.

Untuk itu masyarakat sebaiknya menjaga diri agar tidak terpapar penyakit ini. Pencegahan bisa dilakukan dengan disiplin protokol kesehatan dan tidak melakukan kontak erat atau kontak langsung dengan penderita.

“Meskipun sampai saat ini tidak ditemukan di Indonesia, pencegahan tetap penting dilakukan. Dimulai dari diri sendiri dengan selalu taat protokol kesehatan,” kata dia.

Baca Juga :  3 Ciri-ciri Kolesterol Tinggi pada Mata, Waspada Gangguan Penglihatan

(tst/chs)

[Gambas:Video CNN]