Fakta Kemasan PET Lebih Aman Ketimbang Wadah Plastik Biasa

Jakarta, c4d-forum.de

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), berencana mengeluarkan regulasi pemberian label galon polycarbonat atau galon guna ulang berbahan senyawa Bisphenol-A (BPA). Hal ini karena BPA yang menjadi bahan untuk kemasan plastik disebut-sebut bisa memicu penyakit serius pada manusia.

Banyak negara yang sudah melarang penggunaan plastik mengandung BPA karena faktor kesehatan. Salah satunya Perancis yang menjadi negara pertama mengawali kampanye kesehatan BPA Free.

Dengan adanya larangan itu, hampir semua merek air kemasan kini memakai plastik PET yang bebas BPA untuk produk-produk mereka. PET dinilai jauh lebih aman ketimbang wadah plastic biasa yang mengandung BPA.

Melansir Thehindu.com dari hasil riset yang dipublikasikan Council of Scientific and Industrial Research-Central Food Technological Research Institute (CSIR-CFTRI), Mysore, India menyebutkan botol plastik PET aman digunakan untuk makanan dan minuman.

Kemudian, hasil analisis CSIR-CFTRI, menyimpulkan meski dipapar temperatur tinggi plastik PET tidak menyebabkan migrasi di dalam kemasan, semuanya masih di bawah batas deteksi (below detection limit).

Batas ini juga masih di bawah regulasi Uni Eropa (UE) tentang ‘batas migrasi spesifik’, yang merupakan jumlah maksimum senyawa yang bisa bermigrasi dari kemasan ke dalam minuman di dalamnya.

Tentunya, hasil riset ini mengonfirmasi tidak ada pelepasan senyawa antimon dalam kemasan botol plastik PET, yang kerap digadang-gadang sebagai bahaya PET.

Selain itu, juga tidak ditemukan adanya endokrin disruptor (bahan kimia yang dapat mengganggu endokrin atau sistem hormon tubuh, seperti yang terkandung dalam plastik BPA) dalam penggunaan botol plastik PET.

Secara keseluruhan, hasil riset ini menyimpulkan tidak ada senyawa kimia pada botol plastik PET yang melanggar batasan regulasi Uni Eropa.

Baca Juga :  Rahasia Awet Muda Syahrini: Matikan Komen Sosmed

“PET adalah plastik yang istimewa dan merupakan kemasan yang digunakan secara universal untuk makanan, farmasi, air, minyak sayur, perawatan tubuh, dan banyak lagi,” kata Direktur Jenderal CSIR, pejabat tinggi di Department of Scientific and Industrial Research, Kementerian Sains dan Teknologi, India Dr. Shekhar C. Mande.

“Proyek riset ini tidak hanya meneliti aspek leaching (ekstraksi senyawa), tapi juga meneliti komposisi kimia plastik PET, dan lebih jauh lagi menyelidiki potensi ada atau tidaknya endokrin disruptor. Temuan ini tentu jauh lebih relevan daripada sekadar pengujian standar,” ujarnya.

Pernyataannya ini memperkuat laporan analisis CSIR tentang botol plastik PET yang terbukti tidak menimbulkan aktivitas endokrin disruptor.

Di sisi lain, lembaga U.S. Food and Drug Administration (FDA), Health Canada, the European Food Safety Authority menyatakan, PET merupakan senyawa yang dibuat dengan menggabungkan ethylene glycol dan terephthalic acid di bawah tekanan temperatur tinggi dan vacuum rendah untuk menghasilkan rantai polymer.

“Hasil akhirnya yang berupa polyester polymer dikenal sangat stabil, liat dan kuat. PET sanggup menolak rangkaian reaksi kimiawi atau biologis dengan unsur lainnya. Kualitas non-reaktif inilah yang menjadi inti dari keamanan PET.”

Jadi, pada sisi ini terlihat jelas keunggulan plastik PET, yaitu kualitas keamanan.

Bila mengacu pada badan regulasi atau BPOM banyak negara di dunia dan juga termasuk Amerika yaitu U.S. Food and Drug Administration (FDA), plastik PET sudah disepakati aman digunakan untuk kemasan makanan dan minuman.

Selama lebih dari 30 tahun, plastik PET lazim digunakan untuk beragam jenis makanan, dari kemasan selai kacang, minuman ringan, jus sampai bir, anggur dan minuman beralkohol lainnya.

Secara kasat mata bisa dilihat di mana-mana, sangat besar jumlah air minum dalam kemasan yang disimpan dalam kemasan plastik, termasuk yang terbuat dari bahan PET, polikarbonat plastik keras dan polyethylene.

Baca Juga :  Justin Bieber Lumpuh Wajah dan Waktu Bercinta Ideal

Sebagian besar kemasan sekali pakai, termasuk kemasan galon atau botol, diproduksi dari plastik PET yang seratus persen nantinya bisa dengan mudah didaur ulang.

(osc/osc)