Gejala Omicron BA.4 dan BA.5 Ringan Mirip Flu, Kapan Harus Tes Swab?

Jakarta, c4d-forum.de

Gejala infeksi subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 disebut sangat mirip dengan pilek. Hal ini membuat banyak orang luput melakukan tes Covid-19 saat mengalami gejala.

Padahal, pengujian penting dilakukan demi deteksi dini, sekaligus melindungi orang-orang di sekitar. Selain itu, saat cepat terdeteksi, penyakit pun akan lebih mudah diatasi.

Lantas, kapan waktu terbaik untuk tes swab deteksi Omicron BA.4 dan BA.5?

Fathiyah Isbaniah, dokter spesialis paru-konsultan di RSUP Persahabatan, mendorong masyarakat untuk segera melakukan tes swabsaat merasakan gejala Covid-19.

“Kalau bergejala seperti batuk, pilek, enggak enak badan, ya sudah tes swab,” kata Fathiyah saat dihubungi CNNIndonesia.com pada Kamis (23/6).

Selain batuk dan pilek, ada beberapa gejala lain yang perlu diperhatikan, diantaranya sebagai berikut:

– nyeri tenggorokan;
– lemas atau merasa lelah;
– nyeri otot;
– sakit kepala;
– demam;
– mual muntah;
– diare.

Meski tergolong ringan, tapi tetap saja gejala di atas tak boleh disepelekan. Tindak lanjuti gejala dengan melakukan tes swab, baik antigen maupun PCR.

Fathiyah mengatakan, dengan mengetahui status Covid-19, Anda akan lebih waspada dan bisa mencegah penularan.




Ilustrasi. Segera lakukan tes SWAB saat mengalami gejala Omicron seperti batuk dan nyeri tenggorokan. (iStock/AaronAmat)

Waktu tes swab terbaik untuk deteksi subvarian Omicron baru ini juga berlaku bagi Anda yang sempat terlibat atau berada di tempat atau kondisi yang berisiko tinggi penularan. Lakukan tes swab jika mengalami gejala.

“Kita enggak bisa [langsung tes swab]. Sampai bergejala, baru cek,” imbuhnya.

Fathiyah juga memberikan catatan bagi Anda yang terpaksa harus berada di tempat berisiko tinggi penularan. Anda dianjurkan untuk mengenakan masker ketat dan tepat.

Anda wajib mengenakan masker yang memiliki beberapa lapisan, bukan buff atau masker kain saja. Di pasaran, terdapat masker non-medis yang memiliki 3-5 lapisan, sehingga Anda tidak perlu sampai mengenakan masker medis.

Kemudian pastikan jaga jarak dan segera keluar saat urusan sudah selesai.

Fathiyah mengingatkan publik agar tak perlu memikirkan gejala yang dialami akibat subvarian BA.4, BA.5 atau subvarian lain.

“Jangan terlalu mikir apa ini subvarian apa, apa ini Omicron, mau buat apa? Itu untuk surveilans epidemiologi. Dengan tahu gejala, tahu positif atau tidak, kita jadi lebih aware untuk tidak menularkan dan akan segera mencari pertolongan kalau misal ada perburukan,” katanya.

(asr/asr)

[Gambas:Video CNN]


Baca Juga :  Jelajah Jakarta dengan Bus Terbuka