Gejalanya Mirip, Apa Beda Flu Tomat dan Covid-19?

Jakarta, c4d-forum.de

Di tengah wabah Covid-19, kabar mengenai flu tomat muncul menjadi perhatian. Banyak pula yang bertanya-tanya soal perbedaan Covid-19 dan flu tomat.

Sejumlah ahli mengamati bahwa flu tomat dan Covid-19 memiliki gejala yang mirip. Keduanya sama-sama memicu gejala demam, kelelahan, nyeri tubuh, hingga pilek.

Flu tomat sendiri merupakan jenis demam yang sangat umum menyerang anak-anak berusia di bawah lima tahun (balita). Flu tomat merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus.

Anak-anak dapat tertular virus ini melalui kontak dekat atau menyentuh permukaan yang terkontaminasi.

Jika dibandingkan dengan Covid-19, flu tomat jelas berbeda. Utamanya terlihat dari penyebab penyakit.

Covid-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi SARS-CoV-2 dan cukup mematikan. Sementara flu tomat adalah penyakit yang cenderung sembuh dengan sendirinya, bahkan tanpa pengobatan.

Laporan yang dipublikasikan The Lancet bahkan menyebutkan, flu tomat bukan penyakit yang mengancam jiwa.

Gejala Flu Tomat




Ilustrasi. Ada beberapa gejala flu tomat yang perlu diketahui. (iStock/Kong Ding Chek)

Selain demam, kelelahan, dan pilek, The Lancet melaporkan gejala utama flu tomat yang disebut lebih mirip chikungunya. Misalnya saja demam, ruam, dan nyeri hebat pada persendian.

Julukan “flu tomat” muncul atas dasar muncul lepuh merah dan nyeri di seluruh tubuh yang berangsur-angsur membesar menyerupai tomat.

Laporan tersebut menyatakan bahwa ruam atau lepuh ini menyerupai yang terlihat dengan virus cacar monyet pada orang muda. Ruam muncul pada kulit dengan flu tomat yang menyebabkan iritasi kulit.

Berikut beberapa gejala flu tomat:

– kelelahan
– rumah merah yang membesar menyerupai tomat
– nyeri sendi
– kram perut
– mual dan muntah
– diare
– batuk
– bersin
– pilek
– demam tinggi
– sakit badan

Apakah Flu Tomat Menular?

Flu tomat sangat menular dan menyebar melalui kontak dekat. Sejauh ini, tidak ada vaksin yang tersedia untuk virus tersebut.

Jika seseorang terinfeksi, maka mereka harus tetap diisolasi. Peralatan, pakaian, dan barang-barang lain yang digunakan oleh orang yang terinfeksi harus disanitasi untuk mencegah penyebaran flu.

Para ahli menyarankan istirahat, banyak cairan, dan spons air panas untuk menghilangkan iritasi dan ruam pada pasien yang terinfeksi flu tomat.

(del/asr)

[Gambas:Video CNN]


Baca Juga :  Ingin Bebas Jerawat di Usia Dewasa, Kapan Harus Mulai Perawatan?