Gempa Filipina, Obyek Wisata dan Bangunan Bersejarah Ikut Hancur

Jakarta, c4d-forum.de

Filipina diguncang gempa dahsyat dengan magnitudo 7,1 pada Rabu (27/7/2022), yang terjadi di daratan Pulau Luzon. Pusat gempa Filipina berada Abra dan getarannya terasa hingga radius 300 kilometer.

Wilayah di Pulau Luzon yang merasakan guncangan dengan Intensitas VII antara lain Bucloc, Manabo, Abra sedangkan dampak dengan intensitas VI MMI mencakup wilayah Vigan City, Sinait, Bantai, San Esteban, Ilocos Sur, Laoac, Pangasinan dan Baguio City.

Dampak guncangan gempa tersebut merusak bangunan-bangunan yang masuk wilayah Pulau Luzon. Bahkan ada gedung-gedung yang roboh, pasar yang hancur, hingga jalanan aspal dan tanah yang retak.

Seperti dilansir pna.gov.ph, Departemen Pariwisata Filipina melaporkan kerusakan parah pada situs warisan budaya di beberapa bagian utara Pulau Luzon setelah gempa magnitudo 7,1 yang mengguncang Abra pada 27 Juli 2022.

Di Vigan City, bangunan berusia berabad-abad era kolonial Spanyol rusak berat akibat gempa Filipina. Padahal, bangunan itu merupakan situs Warisan Dunia UNESCO dan juga salah satu tujuan wisata di provinsi Ilocos Sur.




Banyak bangunan di Filipina hancur karena gempa 27 Juli lalu.(Foto: Bureau of Fire Protection via AP)

Selain itu juga ada dua gereja tua yang dinyatakan sebagai Kekayaan Budaya Nasional oleh Museum Nasional Filipina terkena dampak gempa. Beberapa rumah warisan budaya dan leluhur juga mengalami kerusakan cukup parah.

Beberapa patahan tanah juga terlihat di Kawasan Pantai Santa Ana, yang merupakan tempat wisata favorit para turis, baik lokal maupun mancanegara.

Beberapa penginapan berbintang di Ifugao juga rusak, bahkan ada yang langit-langitnya runtuh. Dinding-dinding hotel banyak yang retak. Otoritas setempat telah membatalkan semua pemesanan hotel-hotel di Ifugao yang terkena dampak paling besar dari gempa.

Departemen Pariwisata Filipina akan berkoordinasi dengan Otoritas Zona Perusahaan Infrastruktur Pariwisata (TIEZA) untuk memeriksa sejumlah kerusakan bangunan-bangunan yang menjadi Kekayaan Budaya Nasional Filipina. Rencananya renovasi juga akan dilakukan apabila pemeriksaan selesai dilakukan.

“Kami akan meminta TIEZA untuk memprioritaskan pemeriksaan terhadap kekayaan budaya yang terkena dampak gempa bumi baru-baru ini dan melihat apa yang dibutuhkan demi bisa melindungi serta mempertahankan warisan budaya kami untuk kepentingan dan kesejahteraan generasi mendatang kami,” bunyi pernyataan yang dikeluarkan Departemen Pariwisata Filipina usai terjadi gempa Filipina.

(wiw/chs)

[Gambas:Video CNN]


Baca Juga :  Digital Nomad di Bali, Berkah atau Bencana?