Indonesia Berisiko Alami Resesi Seks, Kok Bisa?

Jakarta, c4d-forum.de

China dan beberapa negara lainnya terancam masuk masa resesi seks. Bagaimana dengan Indonesia? Akankah Indonesia juga mengalami resesi seks? 

Resesi seks bisa terjadi di Indonesia. Meskipun belum ada penurunan populasi yang terjadi secara signifikan seperti di China, tapi bukan tidak mungkin Indonesia juga mengalami resesi seks.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengungkap alasan resesi seks bisa terjadi di Indonesia. Salah satunya kata dia, angka perceraian yang cukup tinggi.

Meskipun populasi kelahiran tidak menurun drastis, namun angka perceraian justru terus mengalami peningkatan. Bahkan mencapai angka 580 ribu perceraian di 2021 lalu.

“Pada 2021 angkanya (perceraian) nambah lagi jadi 580. Dengan tingginya orang bercerai, potensi resesi seks ini bisa terjadi,” kata dia saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (23/8).

Indonesia bisa alami resesi seks, kalau…

Tentu saja, resesi seks di indonesia bisa terjadi bukan hanya karena angka perceraian yang tinggi. Ada beberapa hal lainnya yang bisa membuat resesi seks melanda Indonesia.

Berikut ini alasan resesi seks bisa terjadi di Indonesia: 

1. Enggan menikah, pilih melajang

Tidak sedikit anak muda Indonesia yang memilih tidak menikah. Mereka lebih senang memperbaiki taraf ekonomi dan memilih berkarier daripada menjalani pernikahan.

2. Menikah di usia tua

Hasto mengungkap, bukan cuma memilih lajang seumur hidup, anak muda saat ini juga lebih senang menikah di usia yang lebih tua. Jika dulu tren menikah dini cukup besar yakni di usia 18-23 tahun, saat ini pernikahan justru banyak dilakukan saat usia 30an.

“Ya, kira-kira usia 30-an baru pada nikah. Kan, susah hamil,” kata Hasto.

Baca Juga :  5 Posisi Bercinta untuk Malam Pertama, Pelan-pelan Tapi Intim

3. Gaya hidup dan pola pikir

Gaya hidup anak muda saat ini cenderung tidak teratur, misal merokok, begadang, hingga konsumsi makanan tidak sehat. Padahal gaya hidup ini sangat berpengaruh terhadap kesehatan organ reproduksi.

“Bukan hanya itu, pola pikir mereka juga cenderung idealis. Berpikir lebih baik tidak punya anak dan hidup sebagai lajang seumur hidup atau tidak punya anak meskipun sudah menikah,” kata Hasto.




Foto: Istockphoto/Ilya Burdun
Tingginya angka perceraian menjadi salah satu alasan Indonesia berisiko hadapi resesi seks

4. Perceraian

Sejak 2015 angka perceraian di Indonesia terus meningkat. Bahkan pada 2021 lalu tercatat ada 580 ribu pasangan yang bercerai.

5. Masalah mental

Orang dengan gangguan kejiwaan dan masalah mental terus meningkat. Emosi yang tidak stabil ini menyulitkan seseorang memiliki pasangan, bahkan punya anak.

“Saya menyebutnya anak muda yang ‘error’, mental emotional disorder. Ini sangat berpengaruh juga terhadap resesi seks yang mungkin bisa terjadi di Indonesia,” katanya.

Itulah alasan mengapa Indonesia bisa susul China dan Jepang mengalami resesi seks.

(tst/chs)

[Gambas:Video CNN]