Ingin Nyetir Mobil di Luar Negeri, Simak Cara Buat SIM Internasional

Jakarta, c4d-forum.de

Bagi yang suka jalan-jalan atau wisata ke luar negeri dan ingin merasakan sensasi mengendarai mobil atau motor di negara lain, sebaiknya Anda mulai membuat SIM (Surat Izin Mengemudi) Internasional.

Cara membuat SIM Internasional sebenarnya tidak sulit. Kalian bisa catat tahapan pembuatan SIM Internasional di bawah ini.

Pertama, Anda dapat mendaftar melalui online lewat situssim.korlantas.polri.go.id/sim-internasional. Warga yang mendaftar atau pemohon SIM Internasional dapat memakai smartphone, komputer, atau perangkat elektronik yang tersedia di ruang pelayanan SIM Internasional di Korps Lalu Lintas (Korlantas).

Kemudian, pendaftar bisa melakukan pembayaran dengan metode cashless. Tarif penerbitan SIM internasional berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2016 Tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak sebesar Rp250 ribu SIM baru dan Rp225 ribu perpanjangan.

Setelah itu, pemohon wajib datang ke Gedung Korps Lalu Lintas Polri Gedung SIM Internasional untuk mengambil nomor antrian dan melaksanakan verifikasi dokumen.

Dokumen wajib dibawa pemohon antara lain, SIM asli, KTP asli, paspor asli, hasil print atau capture registrasi online, dan bukti pembayaran, kartu izin tinggal tetap/Kitab (khusus WNA), dan materai6000.




Ilustrasi menyetir mobil. (Foto: Thinkstock/Mulecan)

Usai proses tersebut rampung dan data dinyatakan valid, Anda bisa ke tahap berikutnya. Proses selanjutnya yakni proses identifikasi meliputi pengambilan foto, pengambilan 10 sidik jari, dan tanda tangan. Lalu, SIM diproduksi dan selesai. Pelayanan SIM internasional sendiri dibuka setiap Senin-Sabtu mulai pukul 08.00 WIB hingga 15.00 WIB.

Masa berlaku SIM internasional adalah tiga tahun sejak diterbitkan. SIM Internasional dari Indonesia berlaku di 188 negara, yang juga mengeluarkan dokumen yang sama.

Perlu diketahui sebelumnya, dasar penerbitan SIM internasional merupakan kesepakatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam Vienna Convention On Road Traffic1968, yang merupakan penyempurnaan dari Geneva Convention on Traffic1949 dan sebelumnya Paris Convention on Motor Traffic1926.

Tapi, yang berlaku saat ini diatur berdasarkan Annexe 6 buat kebutuhan domestik, sementara Annexe 7 SIM internasional. Sebelumnya, lembaga yang menerbitkan SIM internasional, asosiasi atau Ikatan Motor Indonesia (IMI). Namun, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2010, penerbitan SIM internasional diambil alih Polri.

(fea/wiw)

[Gambas:Video CNN]


Baca Juga :  Menjelajahi Sumatera Utara, Tanah Penuh Kenangan dan Nostalgia