Jangan Bingung, Ini Beda Hamil dan Perut Buncit

Jakarta, c4d-forum.de

Beberapa perempuan tak menyadari kehamilannya. Perut yang sedikit membuncit hanya dikira lemak yang menumpuk.

Perut buncit karena kehamilan dan penumpukan lemak memang kerap kali terlihat mirip. Lantas, apa beda hamil dan perut buncit?

Pada dasarnya, perempuan akan mengalami perubahan bentuk tubuh saat memasuki masa kehamilan. Sayangnya, perubahan ini kerap terjadi secara langsung dan sekaligus.

Mengutip laman Parental Questions, rahim yang mulai tumbuh akan memberikan tekanan ke luar pada perut. Saat janin mulai matang, jaringan di sekitar perut juga akan mulai mengeras.

Yang perlu diketahui adalah Anda tak bisa memprediksi bagaimana perut akan mulai membuncit saat kehamilan. Beberapa faktor memainkan peran penting dalam menentukan bentuk perut saat hamil, mulai dari berat dan tinggi badan, kehamilan sebelumnya, struktur tulang, hingga bentuk tubuh.

Beda Hamil dan Perut Buncit

Beda hamil dan perut buncit mungkin tak akan terlihat kentara. Hanya saja, bisa dilihat jika Anda benar-benar memperhatikannya.

Mengutip Healthline, perut buncit akibat lemak hanya dikelilingi jaringan lemak. Ukurannya juga akan terlihat lebar karena jumlah makanan yang dikonsumsi.

Tak cuma itu, pertambahan lemak juga hanya terjadi di sekitar bagian tengah perut.

Sementara perut buncit akibat hamil terjadi karena janin tumbuh membesar hingga mendorong rahim keluar dari perut bagian bawah ke atas.

Perut buncit karena hamil juga akan terasa lebih keras. Tingkat kekerasan akan berubah seiring bertambahnya usia kehamilan.

Gejala Awal Kehamilan




Ilustrasi. Cara mengetahui beda hamil dan perut buncit adalah dengan melakukan tes kehamilan. (iStockphoto/pondsaksit)

Satu-satunya cara untuk membedakan perut buncit karena hamil dan lemak bisa dilakukan dengan melakukan tes kehamilan mandiri.

Selain itu, Anda juga bisa memperhatikan gejala awal kehamilan berikut ini.

1. Mual

Mual dan muntah dikenal juga sebagai morning sickness. Kondisi ini cenderung terjadi pada usia 2-8 minggu setelah pembuahan.

2. Sembelit

Hormon kehamilan progesteron membuat usus bergerak lebih lambat. Akibatnya adalah sembelit.

3. Sering buang air kecil

Intensitas buang air kecil yang meningkat dari biasanya bisa jadi salah satu tanda kehamilan. Anda juga mungkin akan merasa haus dan selalu ingin minum.

4. Kelelahan

Perubahan hormon membuat Anda kerap merasa lelah. Keinginan untuk tidur siang juga akan meningkat.

5. Bercak

Kehamilan mungkin akan membuat seorang perempuan mengeluarkan bercak pendarahan pada usia 6-9 minggu kehamilan. Jika pendarahan terjadi 6-12 hari setelah pembuahan, itu mungkin pendarahan implantasi.

Kondisi tersebut juga biasanya akan disertai oleh kram ringan. Untuk itu, beberapa perempuan kerap menyangka bercak tersebut sebagai menstruasi yang tidak teratur.

6. Sakit kepala

Bagi beberapa perempuan, lonjakan hormon dapat memicu sakit kepala.

7. Sakit punggung

Nyeri punggung di bagian bawah menjadi salah satu tanda kehamilan.

8. Pusing




Ilustrasi Sakit KepalaIlustrasi. Pusing, salah satu gejala awal kehamilan. (lannyboy89/Pixabay)

Selama kehamilan, pembuluh darah yang melebar akan menyebabkan penurunan tekanan darah. Kondisi tersebut kerap kali memicu timbulnya rasa pusing.

9. Perubahan puting payudara

Kulit di sekitar puting akan menjadi lebih gelap saat masa kehamilan. Beberapa wanita juga akan mengeluarkan cairan dari puting di fase ini.

Kondisi ini biasa terjadi di awal-awal kehamilan. Warna cairan yang keluar akan mirip seperti susu.

Demikian cara untuk mengetahui beda hamil dan perut buncit. Untuk mendapatkan hasil lebih pasti, lakukan tes kehamilan dan pemeriksaan ke dokter.

(asr)

[Gambas:Video CNN]


Baca Juga :  Waspada Preeklamsia-Eklamsia pada Ibu Hamil, Kapan Harus ke Dokter?