Kenalan dengan BESS, Metode Terbaru Pengobatan Nyeri Tulang Belakang

Jakarta, c4d-forum.de

Masalah nyeri tulang belakang dapat dialami oleh segala usia, bahkan pada mereka yang masih muda. Penyebabnya antara lain karena faktor usia, jatuh, kecelakaan, atau kelainan genetik.

Nyeri akibat gangguan tulang belakang ini tentunya mengganggu aktifitas, dapat menyebabkan kelemahan kaki bahkan kelumpuhan.

Salah satunya pernah dialami oleh seorang wanita usia 43 tahun, menderita nyeri punggung bawah menjalar ke paha kanan. Hal ini terjadi akibat pasien pernah jatuh dalam posisi terduduk.

Guna mengatasi rasa nyeri yang dirasakan, pasien hanya minum obat anti nyeri. Meski sudah minum obat anti nyeri dalam jangka waktu lama, namun rasa nyeri ini tidak juga hilang.

Setelah dilakukan pemeriksaan MRI Spine (tulang belakang), pasien didiagnosa HNP L3-4, di mana diketahui telah terjadi jepitan saraf akibat tonjolan bantalan ruas tulang belakang.

HNP atau yang dikenal dengan saraf terjepit adalah kondisi di mana bantalan tulang belakang menonjol dan menekan saraf tulang belakang. Gejala HNP tergantung bagian saraf tulang belakang mana yang terkena, mulai dari leher, punggung, dan punggung bawah.

Adapun gejala yang sering dialami antara lain:

  • Nyeri punggung bawah atau tulang ekor
  • Nyeri seperti tertusuk di daerah bokong dan menjalar ke salah satu kaki
  • Rasa kesemutan dan kelemahan di kaki

Selain HNP, gangguan tulang belakang yang menyebabkan nyeri adalah Spondylolisthesis.

Spondylolisthesis ini berbeda dengan HNP, walaupun gejalanya cukup mirip. Spondylolisthesis adalah suatu kondisi ketidakstabilan tulang belakang yang menyebabkan pergeseran tulang belakang dan menekan saraf sehingga menimbulkan nyeri punggung bawah.

Gejala dari Spondylolisthesis yang harus diwaspadai antara lain:

  • Nyeri punggung bawah yang menjalar hingga ke jari kaki
  • Mati rasa atau kesemutan di punggung ke kaki.
  • ┬áNyeri atau sensasi tegang pada otot paha belakang.
  • ┬áRasa lemas atau kelemahan di kaki.

Spondylolisthesis dapat disebabkan oleh proses degeneratif karena faktor usia, cedera tulang belakang, atau retak tulang belakang, dan faktor genetik. Diagnosa Spondylolisthesis dapat ditegakkan setelah dilakukan pemeriksaan MRI Spine (tulang belakang).

Untuk mengatasi nyeri akibat gangguan tulang belakang pada kedua kasus tersebut, dilakukan tindakan BESS atau Biportal Endoscopic Spine Surgery.

Dokter Spesialis Bedah Ortopaedi Konsultan Spine (Tulang Belakang) dari Mayapada Hospital Kuningan, Nicko Perdana Hardiansyah, Sp.OT(K)Spine mengatakan, tindakan tulang belakang akibat jepitan saraf kini tidak perlu dilakukan operasi bedah terbuka.

“Tindakan BESS adalah tindakan minimal invasif menggunakan alat endoskopi untuk mengatasi masalah tulang belakang” kata dr. Nicko Perdana Hardiansyah dalam keterangannya, dikutip Senin (22/8).

Senada disampaikan Dokter Spesialis Orthopaedi Konsultan Spine (Tulang Belakang) dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan Starifulkani, SpOT(K)Spine. Menurut dia, pada prosedur BESS, pembebasan jepitan saraf dapat dilakukan melalui sayatan kecil dan minimal.

Sehingga proses pemulihan pasien akan lebih cepat. Selain itu, BESS dapat dilakukan pada pasien lansia karena dengan prosedur minimal invasif, risiko komplikasi sangat minimal, dan waktu pemulihan lebih cepat sehingga aman untuk pasien lansia.

“Yang terpenting adalah segera lakukan konsultasi ke dokter jika mengalami gejala agar mendapatkan terapi yang tepat dan mencegah komplikasi,” kata dr. Starifulkani.

Sementara Dokter Spesialis Orthopaedi Konsultan Spine (Tulang Belakang) dari Mayapada Hospital Kuningan Putu Bagus Didiet, SpOT(K)Spine mengatakan, teknologi BESS ini sangat menguntungkan pasien. Hal itu karena kesuksesan tindakan ini tinggi.

“Tingkat keberhasilan yang tinggi dengan sayatan minimal dan durasi perawatan singkat dapat membuat pasien terbebas dari keluhannya sehingga dapat segera beraktivitas kembali pasca tindakan,” kata dr. Putu Bagus Didiet.

Bagi Anda yang merasakan keluhan ini dan ingin melakukan tindakan BESS silahkan konsultasikan ke Mayapada Hospital.

(inh)


Baca Juga :  8 Manfaat Pelukan Setelah Bercinta, Jangan Langsung Tidur