Kenali Efek Samping Vaksin Demam Berdarah: Nyeri Otot dan Ngantuk

Jakarta, c4d-forum.de

Demam berdarah masih menjadi salah satu penyakit yang harus diwaspadai di Indonesia. Vaksin demam berdarah pun dianggap bisa membantu memberantas penyakit yang ditularkan oleh nyamuk ini. Apa efek samping vaksin demam berdarah?

Saat ini izin edar vaksin demam berdarah yang bisa diberikan pada orang di usia 6-45 tahun disebut sudah ada di Indonesia. Kepala pengawas obat dan makanan (BPOM) Penny K. Lukito mengatakan vaksin demam berdarah di Indonesia memang sudah diberikan izin edarnya.

“Kalau dari BPOM, memang sudah mendapatkan izin edar,” kata dia, Jumat (26/8).

Meski begitu, penggunaan vaksin ini tetap harus seizin Kementerian Kesehatan. Pihak BPOM hanya memberikan izin edar untuk vaksin-vaksin yang berkaitan dengan penyakit menular seperti DBD.

“Untuk vaksin dengue ini sudah keluar izinnya, tinggal pengadaannya saja,” katanya.

Vaksin demam berdarah ini diberi nama Qdenga yang diproduksi oleh IDT Biologika GmbH Germany dan dirilis serta terdaftar atas nama Takeda GmbH Germany

Hasil uji penelitian fase 3 yang melibatkan lebih dari 20 ribu anak dan remaja sehat berusia 4-16 tahun yang tinggal di daerah endemik DBD juga telah dilakukan. Hasilnya, vaksin terbukti bisa memberikan perlindungan terhadap penyakit demam berdarah bahkan hingga tiga tahun setelah vaksin diberikan.

Dengan hasil itulah izin edar vaksin ini diberikan di Indonesia. Selain itu, vaksin ini nantinya bisa diberikan pada rentang usia 6-45 tahun.

Manfaat dan efek samping vaksin demam berdarah Qdenga

Vaksin Qdenga masuk dalam jenis Live Attenuated Tetravalent Dengue Vaccine (TDV) yang terdiri atas 4 strain Virus Dengue, yaitu strain Dengue serotipe 2 attenuated (TDV-2), rekombinan strain Dengue serotype 2/1 (TDV-1), rekombinan strain Dengue serotype 2/3 (TDV-3), dan rekombinan strain Dengue serotype 2/4 (TDV-4).

Baca Juga :  Tata Cara Sholat Qiyamul Lail di Bulan Ramadhan

Vaksin strain TDV-2 dibuat dari Virus Dengue tipe 2 yang dilemahkan (attenuated). Sementara untuk strain vaksin attenuated serotipe 1, 3, dan 4 direkayasa dengan mensubstitusi struktur gen pre-membrane (prM) dan envelope (E) dari TDV-2 dengan gen prM dan E strain Virus Dengue tipe 1, Virus Dengue tipe 3, dan Virus Dengue tipe 4.

Vaksin ini disebut bisa mencegah seseorang terpapar demam berdarah hingga 80,2 persen. Efikasi untuk mencegah seseorang harus menjalani perawatan di rumah sakit akibat virus dengue sebesar 95,4 persen.

Terkait efek samping yang dialami pasien saat terpapar virus ini umumnya bersifat ringan. Dikutip dari BPOM, ada beberapa efek samping vaksin demam berdarah. – Nyeri pada tempat suntikan

– Erythema (bercak kemerahan)
– Pembengkakan yang bersifat sementara dan hilang dalam 1 sampai 3 hari setelah pemberian vaksin.
– Sakit kepala
– Myalgia (nyeri otot)
– Malaise
– Asthenia (rasa lelah)
– Iritabilitas
– Drowsiness (mengantuk)
– Hilang nafsu makan
– Demam

(tst/chs)

[Gambas:Video CNN]