Kim Jones dan Kreasi Fendi Kontemporer

Milan, c4d-forum.de

Usai London Fashion Week yang dilakukan di tengah-tengah peringatan kematian Ratu Elizabeth II, kini giliran Milan Fashion Week yang berlangsung.

Milan Fashion Week dibuka minggu ini, salah satunya oleh rumah mode Fendi.

Kim Jones, yang kini menduduki posisi Karl Lagerfeld sebagai direktur kreatif Fendi untuk koleksi womenswear, adalah salah satu desainer dengan jumlah karya yang paling banyak musim ini.

Setelah dua pekan lalu, untuk pertama kalinya ia menampilkan koleksi Fendi selama New York Fashion Week untuk koleksi resort (musim sebelum koleksi musim panas diluncurkan) sekaligus menandai ulang tahun Baguette Bag yang ke-25, kini ia menampilkan koleksi Fendi untuk koleksi Spring/Summer 2023 di Milan.

Sebagai terobosan yang terlihat lebih rapih dan berbeda dari estetika streetwear yang berat yang terlihat di runway NYFW-nya, Kim Jones menciptakan koleksi ini dengan pendekatan yang lebih lembut dan palet yang lebih terang.

Untuk mendapatkan ‘gaya ini’ dia memanfaatkan warna hijau dalam berbagai corak, dengan potongan-potongan yang lebih streamlined dan familier.

Fabrikasi yang kerap ia gunakan seperti seperti satin dan sifon tipis muncul di beberapa tampilan, bersama dengan sutera merah, katun bergaris dan wol. Aksen Obi belt ditempatkan pada setelan-setelan jas dan gaun bias cut dengan sensibilitas dan teknik yang sering ditampilkan untuk koleksi Fendi couture (dan beberapa tampilan Dior Men, dimana ia juga menjadi direktur artistiknya).




Foto: AFP/MIGUEL MEDINA
koleksi Fendi

Warna hijau ia jadikan warna andalan, dan muncul di seluruh koleksi dalam warna neon seperti di aplikasi bunga, sepatu bot setinggi lutut dan shift dress, hijau zaitun (tunik tulle, atasan dengan resleting, dan tas), dan hijau lumut (celana mengembang dan tas bahu).

Selain itu, untuk menambah spektrum warna pada koleksi ini, Kim Jones juga menggunakan rona primer seperti pink dan biru untuk melengkapi tampilan runway yang terdiri dari lebih dari 60 looks itu.

Rumah mode ini juga memperkenalkan beberapa opsi tren baru aksesori dan alas kaki, termasuk sepatu bertumit tumpuk dengan sepatu bot terbuka setinggi lutut, sepatu platform, dan tas jinjing berbahan bulu dengan detail motif logo F dobel (atau disebut dengan Zucca terbalik, atau Zuccino – motif yang diciptakan oleh Karl Lagerfeld di tahun 60an yang kini menjadi logo Fendi).

Tas Peekaboo, First, hingga Baguette juga hadir dalam versi mikro (yang beberapa diantaranya hanya selebar lima sentimeter).

“Semuanya berasal dari diskusi seputar logo huruf F ganda yang membuat kami melihat banyak hal berpasang-pasangan. Bahkan tas menjadi bagian darinya: besar dan kecil”, ungkap Silvia Venturini Fendi, generasi ketiga keluarga Fendi yang juga sekaligus direktur artistik untuk divisi aksesori dan menswear, melalui show note.

Seperti halnya dualisme dan paradoks yang sering muncul di panggung fesyen, Kim Jones memanfaatkan signature rumah mode Fendi yang sering dikaitkan dengan material bulu yang terkesan berat dan menciptakan koleksi yang kontemporer.

(chs)

[Gambas:Video CNN]


Baca Juga :  5 Rekomendasi Menu Sahur yang Hemat Minyak, Praktis dan Nikmat