Lagi Mahal, Cek Dulu 6 Mitos dan Fakta Soal Telur Ayam

Jakarta, c4d-forum.de

Harga telur meroket hingga Rp30 ribu per kg di sejumlah daerah di Indonesia.

Karena merupakan sumber protein yang murah dan mudah didapat, telur banyak diandalkan rumah tangga Indonesia. Meski demikian, masih ada saja yang percaya mitos-mitos telur.

Menurut Mendag Zulkifli Hasan, kenaikan harga telur ini tidak perlu diributkan. Justru, lanjutnya, ada hal lain yang patut disorot salah satunya misi dagang dengan India bernilai miliaran dolar.

Jika Anda suka makan telur? Sebaiknya pertimbangkan lagi apa telur masih ramah di kantong atau tidak. Kemudian cek beberapa mitos telur yang sebaiknya ditinggalkan.

1. Titik merah pada kuning telur itu sperma ayam jantan

Ada berbagai macam asumsi saat menemukan benang merah yang menempel pada kuning telur. Ada yang berpendapat ini pertanda telur tidak aman dikonsumsi atau ini adalah sperma ayam jantan.

Seperti dilansir dari Healthline, benang merah atau bintik merah ini merupakan tetesan darah. Tetesan darah muncul secara alami selama siklus bertelur pada beberapa ayam.

Tetesan darah berasal dari pembuluh darah kecil yang pecah di indung telur ayam atau saluran telur. Indung telur ayam penuh dengan pembuluh darah kecil dan kadang pecah selama proses bertelur.

2. Makan kuning telur bikin gendut

Saat Anda makan telur, apa Anda makan semuanya atau putih telurnya saja? Beberapa orang memilih untuk menghindari kuning telur karena dianggap bikin badan cepat melar.

Padahal kuning telur tidak bertanggung jawab akan kenaikan berat badan Anda. Jika Anda menyisihkan kuning telur, Anda sama saja dengan membuang vitamin dan mineral yang berguna buat tubuh terutama vitamin D.

Baca Juga :  FOTO: Syahdu Menjelang Malam di Pantai Jayanti Cianjur

3. Konsumsi telur bisa tambah kolesterol

Mitos telur yang tak kalah ramai adalah konsumsi telur bisa menaikkan kadar kolesterol. Telur dianggap menyumbang lemak dan protein dalam jumlah besar buat tubuh.

Seperti dilansir dari Health Shots, kandungan kolesterol pada telur tidak berpengaruh signifikan pada kadar kolesterol dalam darah. Telur malah mengandung HDL atau kolesterol baik dan mampu membuang tipe kolesterol lain dalam darah.

4. Telur tidak boleh dimakan terlalu sering

Banyak yang menyarankan untuk tidak mengonsumsi telur terlalu sering. Telur hanya boleh dikonsumsi beberapa kali dalam seminggu, bukan setiap hari.

Dalam riset terbaru menemukan tak masalah mengonsumsi sebutir telur setiap hari. Seperti dilansir dari Food Network, sebutir telur akan jadi diet sehat dan jadi alternatif sumber protein selain daging dan produk susu.

5. Warna cangkang telur menunjukkan kandungan gizi telur

Sebaiknya Anda tak lagi mempercayai mitos telur bahwa warna cangkang telur menunjukkan kandungan gizi. Cangkang telur berwarna coklat dianggap lebih bergizi dibanding telur berwarna putih atau pucat.

Perbedaan warna cangkang sebenarnya menunjukkan anatomi ayam betina. Ayam betina dengan daun telinga putih akan menelurkan cangkang telur putih. Sementara ayam betina dengan daun telinga merah menelurkan cangkang warna coklat.




Foto: c4d-forum.de/Adhi Wicaksono
Pekerja mengumpulkan hasil panen telur ayam, di salah satu peternakan di kawasan Bogor. Jawa Barat, 24 Agustus 2022. (c4d-forum.de/Adhi Wicaksono)

6. Ibu hamil hindari telur agar bayi tidak alergi

Alergi telur cukup umum di kalangan anak. Namun Anda tidak bisa begitu saja menyalahkan kebiasaan makan telur ibu saat anak masih dalam kandungan. Mitos telur yang cukup santer adalah ibu hamil yang mengonsumsi telur bisa memicu alergi pada anaknya.

Telur merupakan sumber protein, mineral, vitamin dan asam amino yang baik. Justru ibu direkomendasikan untuk mengonsumsi telur juga sumber protein lain seperti ikan, kacang-kacangan dan biji-bijian.

(els/chs)

[Gambas:Video CNN]