Long Covid Bisa Bikin Pasien Cemas hingga Depresi

Jakarta, c4d-forum.de

Long Covid tak cuma bikin penyintas mengalami keluhan fisik setelah dinyatakan sembuh. Di luar itu, long Covid juga bisa berpengaruh terhadap kondisi mental.

Direktur Utama RSUP Persahabatan sekaligus dokter spesialis paru konsultan, Agus Dwi Susanto mengatakan banyak orang dengan long Covid mengalami stres hingga depresi.

“Selain rasa sakit, cemas dan depresi ini banyak dialami oleh penyintas yang mengalami Long Covid,” kata Agus dalam webinar yang digelar oleh RSUP, beberapa waktu lalu.

Belum bisa dijelaskan mengapa para pasien bisa mengalami cemas hingga depresi saat menderita Long Covid. Kemungkinan besar ini terjadi karena gejala Covid-19 yang sebelumnya mereka alami tergolong sedang hingga berat, sehingga muncul rasa takut dalam diri pasien.

Sebagaimana diketahui, sebanyak 66,5 persen penyintas di Indonesia mengalami long Covid. Nama terakhir merupakan gejala Covid-19 yang bertahan meski telah dinyatakan sembuh, mulai dari kelelahan, batuk, atau gejala lainnya.

Agus menyebut, keluhan long Covid di Indonesia umumnya masih tergolong biasa. Rata-rata pasien hanya mengeluh merasa mudah lelah, batuk berkepanjangan, hingga sakit kepala.

Gejala lainnya seperti gangguan atensi, gangguan kognitif hingga rambut rontok memang ada. Hanya saja, laporannya tidak sebanyak kelelahan hingga batuk berkepanjangan.

“Rata-rata long Covid di Indonesia juga dialami pasien dengan jangka waktu empat hingga 12 minggu,” kata Agus.

Agus juga menyebut, long Covid-19 ini berpotensi dialami oleh mereka yang terinfeksi Covid-19 dengan gejala sedang hingga berat.

(tst/asr)

[Gambas:Video CNN]


Baca Juga :  7 Langkah yang Bisa Dilakukan saat Dikepung Banjir