Masuk Arsitektur Terbaik Dunia, Apa Istimewanya Bandara Blimbingsari?

Jakarta, c4d-forum.de

Bandara Internasional Banyuwangi atau juga dikenal dengan Bandara Blimbingsari mampu masuk dalam daftar 20 karya arsitektur bangunan terbaik di dunia versi Aga Khan Awards for Architecture (AKAA) 2022.

Penghargaan ini sudah berlangsung sejak 1978 dan bertujuan mengapresiasi bangunan arsitektur di seluruh dunia yang mengedepankan aspek peningkatan kualitas lingkungan, konservasi, dan aspirasi budaya. Ajang ini sendiri digelar setiap tiga tahun sekali.

Bandara Internasional Banyuwangi memperoleh penghargaan untuk kategori Green Airport – Unique Design setelah bersaing dengan 20 karya arsitektur dari 16 negara.

Pesaing Bandara Blimbingsari antara lain, Tulkarm Courthouse (Palestina), Flying Saucer Rehabilitation (Uni Emirat Arab), Le Jardin d’Afrique (Tunisia), dan Wafra Wind Tower (Kuwait).

Hasil kolaborasi dengan arsitek ternama Isandra Matin Ahmad atau dikenal Andra Matin melahirkan bandara kelas dunia. Lalu, apa sebenarnya yang istimewa dari bandara yang baru diresmikan pada 2017 tersebut?




Suasana Bandara Blimbingsari Banyuwangi. (Foto: c4d-forum.de / Bisma Septalisma)

Desain dan konsep eco-green jadi ide rancangan sang arsitek dalam membangun Bandara Internasional Banyuwangi. Lokasinya bandara ini berada di Desa Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Bandara ini punya landasan pacu sepanjang 2.500 meter dan lebar 45 meter. Interior di dalam bandara ini didominasi furnitur kayu berwarna cokelat tua, yang konon berasal dari kayu bekas.

Uniknya, kisi-kisi kayu itu mengadopsi tradisi rumah adat suku Using atau Osing yang merupakan suku asli Banyuwangi. Menariknya lagi, atap bangunan Bandara Blimbingsari diberi tanaman rumput Jepang sehingga seluruhnya berwarna hijau.

Pemandangan itu serasi dengan sawah yang terbentang hijau yang mengelilingi area bandara. Di dalam maupun di luar terminal dibangun taman hijau agar suhu ruangan tetap sejuk.

Lalu ada konservasi air dan sunroof untuk pencahayaan alami Bandara Internasional Banyuwangi saat siang hari. Bandara ini juga meminimalisasi penggunaan air conditioner (AC) dengan memanfaatkan sirkulasi udara secara alami.




Suasana di Bandar Udara Banyuwangi, Jumat, 20 September 2019. CNN Indonesia/Bisma SeptalismaBandara Blimbingsari Banyuwangi mengusung konsep eco-green. (Foto: c4d-forum.de / Bisma Septalisma)

AC hanya terdapat di ruang VIP, pemeriksaan barang, serta ruang tunggu penumpang. Dengan keunikan yang dimiliki, Bandara Internasional Banyuwangi diharapkan bisa menjadi destinasi wisata populer di Jawa Timur.

Kendati terlihat tidak semegah bandara-bandara besar di daerah lain, Bandara Internasional Banyuwangi tampak otentik. Kearifan lokal juga menjadi hal yang dikedepankan bandara ini.

(wiw/wiw)

[Gambas:Video CNN]


Baca Juga :  9 Nama Makanan yang 'Sah' Masuk Kamus: Banh Mi