Membedah Makna Baju Adat Banten yang Dipakai Wapres Ma’ruf di HUT RI

Jakarta, c4d-forum.de

Wakil presiden K.H. Ma’ruf Amin bersama istri menghadiri peringatan kemerdekaan RI ke-77 dalam balutan baju adat Provinsi Banten, wilayah yang merupakan tanah kelahirannya.

Mengutip siaran media Sekretariat Wakil Presiden, ia mengenakan baju adat yang terdiri dari Iket Lomar bermotif Tapak Kebo, baju dalam putih dengan kerah tinggi, jas hitam motif daun Hanjuang emas, serta kain samping bermotif serupa iket, serta celana panjang hitam.

Istrinya, Wury Ma’ruf Amin, mengenakan kebaya putih, kerudung hitam berlapis putih, serta selendang dan bawahan hitam dengan motif batik emas.

Dalam momen jelang upcara peringatan detik-detik Proklamasi, Ma’ruf mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bersinergi demi pemulihan dampak krisis.

“Saya mengajak seluruh elemen bangsa untuk merapatkan persatuan, bersinergi dalam kerja nyata agar Indonesia tercinta segera pulih dari dampak krisis dan bangkit menjadi negara yang lebih kuat,” katanya.

Berikut adalah makna mendalam baju adat Banten yang dikenakan Ma’ruf dalam upacara peringatan detik-detik proklamasi Repulbik Indonesia.

1. Iket Lomar bermotif tapak kebo

Iket lomar dengan motif tapak kebo atau garuda yaksa ini diambil dari budaya Suku Baduy. Motif melambangkan kegigihan dalam bekerja. Kemudian warna emas melambangkan kedalaman hati, budi pekerti dan kecemerlangan pikiran dalam menatap masa depan.

Selain itu, emas juga lambang kekayaan kemewahan, kesehatan dan kegembiraan masyarakat Banten.

2. Baju dalam putih berkerah tinggi

Sekilas baju dalam mirip dengan baju koko sebab terdapat kerah tinggi. Ini melambangkan religiusitas dan kebhinekaan masyarakat Banten. Putih melambangkan kesucian, keikhlasan, kebersihan dan ketepatan.

Baju dalam memiliki kancing bulat yang melambangkan kebulatan tekad dalam berkarya dan melaksanakan tugas kewajiban.

Baca Juga :  4 Lokasi Sejarah Kemerdekaan RI di Luar Jakarta yang Seru Dikunjungi

3. Jas hitam motif daun hanjuang

Daun hanjuang (Cordyline fruticosa) merupakan tumbuhan monokotil yang mampu hidup di mana saja. Tumbuhan kerap dipakai sebagai tanaman pembatas atau pelindung baik di perkebunan, ladang atau sawah penduduk. Ini melambangkan ketangguhan masyarakat Banten dalam bertahan hidup.

Motif daun hanjuang disematkan pada atasan berwarna hitam. Hitam melambangkan kekuatan, keanggunan, keteguhan, kecanggihan dan ketenangan.

4. Kain pinggang atau samping

Motif pada kain samping serupa dengan motif iket yang melambangkan Banten yang gemah ripah loh jinawi. Kain diikat di pinggang juga melambangkan masyarakat Banten yang mampu mengencangkan ikat pinggang atau hidup dalam kesederhanaan.

5. Celana hitam polos

Elemen celana hitam polos dirangkap kain samping melambangkan keserumpunan Banten dengan bangsa Melayu.

(els/vws)

[Gambas:Video CNN]