Mengapa Telapak Kaki Bayi yang Baru Lahir Harus Dicap?

Jakarta, c4d-forum.de

Pulang dari rumah sakit, biasanya bayi baru lahir akan membawa pulang kenang-kenangan berupa cap telapak kakinya. Mengapa harus demikian?

Cap telapak kaki bukan sekadar kenangan atau iseng belaka. Ada alasan di balik pembuatan cap telapak kaki bayi.

Cap jari sangat umum digunakan di berbagai dokumen, termasuk ijazah sekolah. Sidik jari menjadi ‘tanda pengenal’ alami yang unik. Setiap orang memiliki sidik jari berbeda.

Namun bukan sidik jari, pada bayi baru lahir justru yang diambil adalah cap telapak kaki.

Tradisi ini disebutkan telah dimulai sejak 1960 silam. Cara ini bertujuan untuk identifikasi dan menghindari bayi tertukar identitasnya selama di rumah sakit.

“Apa yang mereka temukan pada 1980-an adalah kurang dari lima persen jejak kaki bayi yang baru lahir dapat digunakan untuk identifikasi,” kata David Yarnell, CEO CertaScan Technologies, seperti dikutip dari laman UC Health.

Seperti sidik jari, jejak kaki setiap manusia juga unik. Seperti dilansir dari US Birth Certificates, karena konsep ini-lah, rumah sakit mengambil cap telapak kaki bayi baru lahir dan ibu secara bersamaan.

Rumah sakit setiap minggu memiliki ratusan bayi baru lahir, terutama di rumah sakit besar. Cap telapak kaki akan membantu identifikasi bayi dan ibunya.

Cap telapak kaki ini akan dicantumkan pada sertifikat kelahiran berikut foto bayi, nama lengkap bayi, nama orang tua, dan domisili.

(els/asr)

[Gambas:Video CNN]


Baca Juga :  FOTO: Menyelamatkan Bayi Anonim di Jepang