Mengenal Jasa 10 Tokoh Pahlawan Nasional Wanita Indonesia

Jakarta, c4d-forum.de

Menyambut HUT RI ke-77, tak lengkap rasanya jika tak menyebut deretan nama para pahlawan yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.

Tak hanya laki-laki, ada juga banyak pahlawan nasional wanita Indonesia yang turut memperjuangkan kemerdekaan RI. Atas jasa-jasanya, negara mengangkat nama-nama tersebut sebagai pahlawan nasional.

Melansir laman Direktorat K2KRS Kementerian Sosial, berikut beberapa sosok pahlawan wanita yang telah memberikan jasanya untuk bangsa.

1. Cut Nyak Dhien

Cut Nyak Dhien merupakan sosok pahlawan Aceh yang berperang melawan pasukan kolonial Belanda pada masa perang Aceh 1873-1904.

Istri pahlawan nasionalTeukuUmar ini juga merupakan tokoh yang memegang peranan penting bagi masyarakat Aceh, baik di bidang politik maupun lainnya.

Cut Nyak Dhien menjadi garda terdepan dalam perang melawan Belanda. Ia tangkas, tangguh dan gigih dalam memperjuangkan tanah air, bangsa, dan agama dari tangan Belanda.

2. R.A. Kartini

Raden Ajeng Kartini merupakan seorang pelopor kebangkitan perempuan pribumi. Kartini ingin mengangkat derajat kaum wanita melalui pendidikan, agar mereka memperoleh hak dan kecakapan yang sama seperti kaum pria. Maka dari itu, Kartini dianggap sebagai pelopor emansipasi wanita.

Kartini mendirikan sekolah bagi gadis-gadis di Jepara, Jawa Tengah. Menurutnya, Tuhan menciptakan pria dan wanita sebagai makhluk yang sama dan tidak boleh dibeda-bedakan kedudukannya.

3. Cut Meutia




Cut Meutia, salah satu pahlawan nasional wanita Indonesia. (Dok. Kementrian Sosial Direktorat Kepahlawanan)

Cut Meutia merupakan pemimpin Gerilya Aceh yang berperang melawan pasukan kolonial Belanda.

Sejak kecil, dirinya diajarkan agama Islam oleh kedua orang tuanya, bagaimana menghidupkan amar ma’ruf nahi munkar.

Cut Meutia mengambil posisi paling depan di pertarungan yang tidak seimbang dari segi jumlah dan persenjataan yang akhirnya membuat dirinya terbunuh setelah tiga tembakan peluru menerjangnya.

4. Raden Dewi Sartika

Pahlawan nasional wanita Indonesia berikutnya berasal dari Jawa Barat. Raden Dewi Sartika merupakan tokoh perintis pendidikan untuk kaum wanita. Ia mendirikan sekolah pertama untuk wanita.

Membuat tulisan berjudul “De Inlandsche Vrouw” yang berarti “Wanita Bumiputera”, ia menghendaki adanya persamaan hak antara pria dan wanita dalam hal pekerjaan dan pendidikan.

5. Martha Christina Tijahahu

Pahlawan wanita yang berasal dari Maluku, Martha Christina Tijahahu, dianggap sebagai pejuang kemerdekaan yang unik. Ia dikenal sebagai seorang puteri remaja yang turut dalam pertempuran melawan tentara kolonial Belanda dalam perang Pattimura tahun 1817.

Martha Christina adalah anak Kapiten Paulus Tijahahu. Ia selalu menemani sang ayah dalam setiap pertempuran, diantaranya perlawanan di Saparua di tahun 1817, perlawanan merebut benteng Beverwijk, dan pertempuran di daerah Ulat dan Ouw.

6. Maria Walanda Maramis

Berasal dari Sulawesti Utara, Marla Walanda Maramis merupakan pendidik dan penggiat hak-hak perempuan. Ia juga sosok pendobrak adat, pejuang kemajuan, dan emasipasi perempuan di dunia politik dan pendidikan.

Maria mendirikan organisasi bernama Percintaan Ibu Kepada Anak Temurunannya (PIKAT) pada 8 Juli 1917. Organisasi ini bertujuan untuk memajukan pendidikan perempuan Minahasa.
Pada 1919, Maria berhasil memperjuangkan kaum wanita Minahasa untuk mendapatkan hak suara untuk memilih wakil rakyat di Minahasa Raad.

7. Nyai Ahmad Dahlan




Nyai Ahmad DahlanNyai Ahmad Dahlan, salah satu pahlawan nasional wanita Indonesia. (Arsip Kemendikbud)

Lahir dengan nama Siti Walidah, Nyai Ahmad Dahlan merupakan tokoh emansipasi perempuan yang berpartisipasi dalam diskusi perang bersama Jenderal Sudirman dan Presiden Soekarno.

Ia memprakarsai berdirinya perkumpulan Sopo Tresno pada tahun 1914 untuk wanita Islam. Perkumpulan ini fokus pada tiga bidang, yaitu dakwah, pendidikan, dan sosial.

Ia juga mendirikan asrama putri yang dibangun di rumahnya, memberikan pendidikan keimanan, praktek ibadah, sampai berlatih pidato dan dakwah.

Nyai Ahmad Dahlan terus melakukan perjuangannya bahkan setelah suaminya meninggal dunia. Ia membina generasi muda, terutama perempuan Islam agar tekun, gigih, dan berpendidikan.

8. Hajjah Rangkayo Rasuna Said

H.R. Rasuna Said dikenal sebagai tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia yang menciptakan gerakan kegiatan Rasuna Said selaku wanita muda Islam dari tanah Minangkabau.

Di masanya, masih banyak wanita Minang yang terikat pada adat dan agama. Namun Rasuna, dengan segala keberaniannya, merintis gerakan kaum wanita Minangkabau dengan tidak menyalahi adat dan agama.

Usahanya di bidang pendidikan juga telah membuat masyarakat pedeaan mengenal PERMI (Partai Muslimin Indonesia).

9. Fatimah Siti Hartinah Soeharto

Lahir di Solo, Jawa Tengah, Fatimah Siti Hartinah Soeharto dikenal untuk pengabdiannya kepada bangsa dan negara. Ia juga pernah menjabat berbagai jabatan kenegaraan.

Perempuan yang akrab disapa Ibu Tien ini juga memprakarsai pendirian Perpustakaan Nasional sebagai upaya untuk meningkatkan minat baca generasi penerus bangsa.

Tak hanya itu, ia juga memprakarsai pembangunan Taman Mini Indonesia Indah.

10. Fatmawati Soekarno

Sebagai ibu negara Indonesia yang pertama, Fatmawati Soekarno menjahit bendera pusaka Sang Saka Merah Putih yang dikibarkan saat pembacaan proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 silam.

Pada 1951, Fatmawati juga dengan gigih ikut memperjuangkan agar dokumen, barang, dan arsip pemerintah RI yang dirampas oleh Belanda antara tahun 1945 sampai dengan 1950 di Jakarta dan Yogyakarta dapat dikembalikan ke Indonesia.

Dirinya juga turut serta secara aktif dalam memberikan bantuan mengirim perbekalan kepada istri prajurit dan prajurit yang sedang berjuang di wilayah pertempuran.

(del/asr)

[Gambas:Video CNN]


Baca Juga :  Promo Kemerdekaan 2022, Makan Hemat Diskon Sampai 50 Persen