Menjajal Kereta Wisata Berbahan Bakar Kuah Ramen di Jepang

Jakarta, c4d-forum.de

Jepang tidak pernah kehabisan ide mengembangkan teknologi. Kali ini, orang-orang dari Negeri Matahari Terbit tersebut mencoba menjadikan kuah ramen sebagai bahan bakar.

Mereka mengolah sisa kuah ramen yang kemudian diekstraksi menjadi bahan bakar kereta wisata terbuka. Kereta wisata ini sudah mulai beroperasi pada 1 Agustus 2022 .

“Sungguh menakjubkan kereta wisata bisa berjalan dengan kuah ramen,” kesan Naoki Akimoto, salah satu pengunjung asal Prefektur Osaka, seperti dikutip dari Mainchi Jp.

Naoki tidak sendirian untuk menjajal transportasi unik ini. Ia mengajak keluarganya untuk menghabiskan waktu berlibur.

Kereta wisata ini dioperasikan perusahaan Takachiho Amaterasu Railway Co. di kota Takachiho, Prefektur Miyazaki. Bahan bakar baru ini dibuat dengan mencampur minyak tempura bekas dengan lemak babi yang diekstraksi dari tonkotsu atau kaldu tulang babi yang biasanya dijadikan kuah ramen.

Perusahaan ini mengumpulkan bahan dasar berasal dari restoran, setelah itu menyulingnya dalam rasio 9:1 dengan zat kimia. Mereka pun bekerja sama dengan sebuah perusahaan transportasi Nishida Shoun yang berasal di kota Shingu, Prefektur Fukuoka untuk mengembangkan bahan bakar tersebut.




Ilustrasi salah satu makanan khas Jepang, ramen. (Foto: c4d-forum.de/Christie Stefanie)

Perusahaan kereta api melanjutkan uji coba dengan bahan bakar baru mulai pertengahan bulan Juni lalu. Mesin kereta api bekerja dengan baik dan tidak menemukan masalah saat berjalan di lereng.

Dalam masa uji coba, mesin kereta wisata tersebut tidak mengeluarkan asap hitam atau bau gas buang yang kuat, yang biasanya ditemukan pada mesin diesel konvensional. Biaya yang dikeluarkan pun relatif sama dengan biaya solar.

Sebelum kereta wisata ini berjalan, seorang pekerja akan mengisi bahan bakar di pagi hari. Saat mesin dinyalakan, peron dipenuhi dengan aroma minyak goreng seolah-olah berada di sebuah restoran. 

(wiw)

[Gambas:Video CNN]


Baca Juga :  Tips Membesarkan Anak dengan Autisme dari Dokter