Menyusuri Hotel Indonesia Sambil Mengenang Cita Rasa Seni Bung Karno

Jakarta, c4d-forum.de

Enam puluh tahun lalu, tepatnya pada 5 Agustus 1962, Presiden RI Pertama, Soekarno, meresmikan Hotel Indonesia (HI). Peresmian tersebut tidak hanya disambut gegap gempita rakyat Jakarta, tetapi juga seluruh rakyat Indonesia.

Sekarang, Hotel Indonesia menjadi landmark, bahkan salah satu ikon Jakarta. Dulu, hotel ini dirancang langsung oleh Soekarno untuk mencuri perhatian dunia.

Terlepas dari kenyataan bahwa Hotel Indonesia didesain dengan karakteristik yang modern, Bung Karno juga mengedepankan gaya minimalis. Berbagai karya seni dari seniman lokal maupun seniman internasional turut menghiasi Hotel Indonesia.

Diketahui, Soekarno merupakan sosok pecinta seni yang terkenal dengan cita rasanya yang luar biasa. Punya keleluasaan mengawasi pembangunan hotel tersebut secara pribadi, Bung Karno bertekad menampilkan budaya Indonesia di seluruh hotel yang kini dikenal dengan nama Hotel Indonesia Kempinski Jakarta ini.

Salah satu sudut Hotel Indonesia yakni Ramayana Terrace, gambar mosaik yang menunjukkan sisi seni Indonesia lewat beragam tarian daerah dipamerkan di kubah Ramayana karya Gede Sidharta, Hotel Indonesia.

Mosaik tersebut dibuat sejak 1961 dan bertahan hingga sekarang. Hal ini menjadi salah satu bukti adanya ornamen seni budaya yang masih dipertahankan di Hotel Indonesia, seperti yang Presiden Soekarno inginkan saat membangun hotel tersebut.

Warisan-warisan budaya tersebut kembali diabadikan dalam perayaan ulang tahun ke-60 Hotel Indonesia dengan gelaran pameran seni bertema Origins sepanjang Agustus 2022.

General Manager Hotel Indonesia Kempinski, Sjefke Jansen, mengatakan, sejarah hotel itu menjadi kekuatan utama Hotel Indonesia. Dia berharap pengunjung yang datang ke Hotel Indonesia tidak hanya dapat membawa pulang pengalaman menginap yang mewah, tetapi juga pengalaman istimewa setelah melihat keindahan seni yang dipamerkan di Hotel Indonesia Kempinski.

Baca Juga :  Mayapada Hospital Hadirkan Klinik Gigi Tekanan Negatif di Surabaya




Salah satu ornamen seni di Hotel Indonesia (Foto: c4d-forum.de/Andry Novelino)

“Hotel kami tidak berperan sebagai hotel saja. Hotel kami selalu menjadi teater dan tamu-tamu kami adalah aktornya,” jelasnya pada sambutan di perayaan ulang tahun ke-60 Hotel Indonesia pada Jumat (5/8/2022).

“Orang harus datang ke sini dan berjalan-jalan dengan bebas untuk mengagumi artefak yang kami miliki sejak tahun 1962. Semua karya seni kami pamerkan di hotel ini. Begitu banyak hal yang ditawarkan di hotel ini dan Anda semua harus memanfaatkannya dan menikmati momen-momen itu,” lanjutnya.

Bekerja sama dengan ISA Art and Design, karya dari 20 seniman Indonesia dan tiga seniman mancanegara yang berlatar belakang budaya dan identitas seni bertema Indonesia dipamerkan.

Salah satu karya yang menjadi kebanggaan Hotel Indonesia adalah Gamelatron karya Aaron Taylor Kuffner yang diletakkan di lobi utama hotel. Selain itu, terdapat juga sebuah becak beratap tinggi yang dihiasi chandelier karya Eddy Prabandono juga dipamerkan di satu sudut hotel.

“Hotel Kempinski memiliki sejarah seni yang sangat panjang. Presiden Soekarno adalah kolektor seni terbesar pada masanya. Anda bisa melihatnya dari hotel yang dibangun dan banyak komisi dari artis papan atas di aula lobi. Maka dari itu, kami mencoba untuk mencocokkan pilihan seni kami dengan hal tersebut,” kata Deborah Iskandar, pemilik ISA Art and Design Gallery.

Khusus untuk merayakan ulang tahun Hotel Indonesia ke-60, Direktur F&B Hotel Indonesia Kempinski, Mauro Bellodi, mengatakan, ia dan para chef hotel mengeksplorasi kuliner tradisional dari seluruh Indonesia.

Restoran Signatures di Hotel Indonesia menghadirkan menu sarapan sampai makan malam dari berbagai provinsi di Indonesia, di antaranya Bebek Timbungan dari Bali, Se’i Sapi Rote Ndao dari NTT, Ayam Pa’piong Toraja dari Sulawesi Utara, dan Salmon Naniura dari Sumatera Utara.

(wiw)

[Gambas:Video CNN]