Niat Puasa Daud, Puasa Selain Senin-Kamis yang Paling Disukai Allah

Jakarta, c4d-forum.de

Selain puasa Senin-Kamis, ada juga puasa sunah lain yang bisa dilakukan umat Muslim setiap pekan. Puasa itu adalah puasa Daud.

Puasa Daud adalah puasa yang dilakukan dengan selang-seling. Artinya, satu hari berpuasa, lalu satu hari berikutnya tidak berpuasa.

Sama halnya dengan puasa Senin-Kamis, puasa Daud juga hukumnya sunnah. Artinya, tidak akan mendatangkan dosa jika tidak dikerjakan, tapi pahala akan didapat jika puasa ini diamalkan.

Mengutip NU Online, puasa Daud ternyata menjadi salah satu puasa sunnah yang paling disukai Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda terkait hal tersebut :

إِنَّ أَحَبَّ الصِّيَامِ إِلَى اللهِ صِيَامُ دَاوُدَ وَأَحَبَّ الصَّلاَةِ إِلَى اللهِ صَلاَةُ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ كَانَ يَنَامُ نِصْفَ اللَّيْلِ وَيَقُومُ ثُلُثَهُ وَيَنَامُ سُدُسَهُ وَكَانَ يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا

Artinya:

“Puasa yang paling disukai di sisi Allah adalah puasa Daud, dan salat yang paling disukai Allah adalah salat Nabi Daud. Beliau biasa tidur di pertengahan malam dan bangun pada sepertiga malam terakhir dan beliau tidur lagi pada seperenam malam terakhir. Sedangkan beliau biasa berpuasa sehari dan berbuka sehari berikutnya.” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Kapan Puasa Daud Dikerjakan?




Ilustrasi. Puasa Daud adalah puasa sunah yang dikerjakan selang-seling. (iStockphoto)

Puasa Daud dikerjakan dengan waktu selang-seling, yakni satu hari puasa dan satu hari tidak, begitu seterusnya. Puasa Daud bisa dilakukan kapan saja, selama hari tersebut tidak diharamkan berpuasa sesuai dengan ajaran Islam.

Berikut hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa, termasuk menjalankan puasa Daud karena hukumnya haram jika dilakukan pada hari-hari tersebut :

– Hari raya Idulfitri (1 Syawal),
– Hari raya Iduladha (10 Dzulhijjah),
– Hari tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijjah),
– Separuh terakhir dari bulan Syaban, dan hari yang diragukan (30 Sya’ban, saat orang telah membicarakan rukyatul hilal atau ada kesaksian orang melihat hilal yang tidak bisa diterima, seperti kesaksian seorang anak kecil).

Sama halnya dengan puasa lain, puasa Daud juga dilakukan dari mulai terbit fajar sampai matahari terbenam.

Niat Puasa Daud

Niat puasa Daud bisa dibacakan di malam hari sebelum tidur. Berikut bacaan niatnya:

نَوَيْتُ صَوْمَ دَاوُدَ سَنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma dâwuda lillahi ta’âlâ

Artinya:

“Saya berniat puasa Daud, sunnah karena Allah ta’ala.”

Walau begitu, niat puasa Daud ini bisa dibacakan di siang hari jika Anda lupa membacanya di malam sebelumnya. Niat bisa dibacakan dari pagi hari sampai sebelum tergelincirnya matahari (waktu zuhur).

Niat yang bisa dibaca adalah sebagai berikut :

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ دَاوُدَ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnati dâwuda lillâhi ta’âlâ.

Artinya:

“Aku berniat puasa sunnah Daud hari ini karena Allah ta’ala. Wallahu a’lam.”

(tst/asr)

[Gambas:Video CNN]


Baca Juga :  Jadwal dan Niat Puasa Arafah dan Tarwiyah Jelang Iduladha 2022