Nyeri Kronis Tak Kunjung Reda, Spinal Cord Stimulation Layak Dicoba

Jakarta, c4d-forum.de

Nyeri kronis sering kali menyebabkan rasa tidak nyaman, baik secara fisik maupun emosional. Bahkan dalam jangka panjang, dapat menurunkan produktivitas dan kualitas hidup pasien.

Nyeri kronis atau nyeri neuropatik adalah nyeri yang berlangsung lebih dari 12 minggu, bahkan ketika penyebab utama nyeri telah diatasi. The American Chronic Pain Association mendefinisikan nyeri neuropatik sebagai “keadaan nyeri kronis yang kompleks” yang dihasilkan dari kerusakan sistem saraf setelah cedera atau penyakit.

Nyeri adalah hal yang subjektif dan dapat berbeda antara satu orang dengan yang lain. Demikian halnya dengan pengobatan nyeri, menegakkan diagnosa nyeri sangat penting dilakukan untuk menentukan terapi yang sesuai dengan kondisi pasien.

Salah satu terapi yang diterapkan pada pasien nyeri kronis adalah terapi neuromodulasi. Terapi ini bekerja langsung pada saraf dengan mengubah aktifitas saraf melalui pengiriman stimulus (berupa sinyal listrik) pada area yang ditargetkan.

Dokter Spesialis Orthopaedi Konsultan Spine (tulang belakang) dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr. Starifulkani, SpOT(K)Spine, menyatakan, terapi neuromodulasi paling banyak diaplikasikan untuk kasus nyeri kronis dengan menggunakan alat yang disebut Spinal Cord Stimulation.

“Spinal Cord Stimulation adalah teknik yang paling mutakhir dan efektif dalam meredakan nyeri neuropatik kronis yang dalam jangka panjang dapat memperbaiki kualitas hidup pasien,” ujarnya.

Spinal Cord Stimulation adalah alat yang ditanam di bawah kulit dengan tujuan menghasilkan dan mengirimkan stimulus listrik bertegangan rendah ke spinal cord/sumsum tulang belakang untuk meredakan nyeri.

Teknik ini biasanya digunakan apabila pengobatan nyeri secara konvensional non bedah tidak dapat meredakan nyeri. Salah satu nyeri kronis yang disarankan untuk terapi ini adalah diabetic neuropathy pain atau nyeri akibat neuropati diabetes.

Baca Juga :  Mayapada Hospital Surabaya Hadirkan Tindakan Ablasi Minim Risiko

Neuropati Diabetes yaitu kerusakan saraf yang disebabkan oleh kadar gula darah yang tinggi yang umumnya merusak saraf di tungkai dan kaki. Neuropati diabetes adalah komplikasi dari penyakit diabetes yang dapat dialami oleh 50 persen dari penderita diabetes.

Gejala yang dialami antara lain kesemutan, mati rasa, nyeri tajam, kelemahan otot, dan masalah pada kaki seperti luka, infeksi, serta gangguan sendi.

Selain nyeri akibat neuropati diabetes, nyeri kronis lain yang dapat diterapi dengan Spinal Cord Stimulation:

  • Persistent spinal pain syndrome (Sindrom nyeri tulang belakang yang menetap)
  • Complex regional pain syndrome (Sindrom nyeri regional kompleks yang biasanya dirasakan pada tangan dan kaki)
  • Cancer pain (Nyeri akibat kanker)

Spinal Cord Stimulation

Spinal Cord Stimulation memungkinkan pasien untuk mengirimkan stimulus listrik dengan bantuan remote control ketika pasien merasakan nyeri. Arus listrik bertegangan rendah akan mengalir dari generator ke saraf dan kemudian menghambat sinyal rasa sakit.

Alat ini terdiri dari elektroda dan generator. Elektroda ini nantinya akan ditempatkan di antara spinal cord dan tulang belakang (epidural space). Sementara generator akan ditempatkan di bawah kulit pada area di dekat bokong atau perut.

Untuk memasang alat ini, seorang dokter memerlukan pelatihan khusus dalam hal interventional pain management. Hal ini dikarenakan pemasangan alat ini dilakukan dengan menggunakan guidance x-ray.

“Keberhasilan teknik ini tergantung pada ketepatan indikasi dan penguasaan teknik dalam penempatan elektroda pada titik tulang belakang yang tepat,” imbuh dr. Starifulkani.

Dalam berbagai penelitian dikatakan bahwa dari segi ekonomi, penggunaan Spinal Cord Stimulation akan lebih murah dibandingkan dengan konsumsi obat jenis opioid jangka panjang untuk terapi nyeri kronis.

Selain itu, pertimbangan bahwa obat jenis opioid dapat menimbulkan berbagai efek samping yang berarti jika dikonsumsi dalam jangka panjang, seperti pusing, mual, muntah, konstipasi, ketergantungan, dan gangguan pernapasan.

“Jika Anda merasakan nyeri kronis dan pengobatan manajemen nyeri Anda saat ini tidak efektif, konsultasikan kondisi Anda untuk melihat apakah terapi Spinal Cord Stimulation dapat membantu,” tegas dr. Starifulkani.

Mayapada Hospital Orthopedic Center menyediakan rangkaian pelayanan lengkap mulai dari diagnosa, terapi dan bedah ortopedi. Dengan tim yang telah terkualifikasi dan radiografer berpengalaman yang siap menangani x-ray, ultrasound, dan scan MRI, hasilnya akan dinilai oleh konsultan terkemuka.

Bagi Anda yang mengalami nyeri dalam jangka waktu lama, segera periksakan ke dokter. Dokter di Mayapada Hospital siap memberikan penanganan terbaik.

(rir)

[Gambas:Video CNN]