Orang Tua, Kenali Tanda Bahaya DBD pada Anak Sebelum Terlambat

Jakarta, c4d-forum.de

Orang tua wajib waspada terhadap tanda bahaya DBD atau demam berdarah dengue yang dialami anak. Sebab, jika terlambat ditangani, akibatnya bisa fatal.

Tema Hari Anak Nasional 2022 adalah ‘Anak Terlindungi, Indonesia Maju. Aspek kesehatan tentu jadi salah satu elemen penting dalam perlindungan anak. Kementerian Kesehatan mengamati kasus DBD pada anak cukup tinggi sehingga masyarakat perlu meningkatkan kesadaran akan gejala DBD dan tanda bahaya DBD.

“[Kasus] kematian juga dominan di usia mereka. Tepat sekali kalau [Hari Anak Nasional 2022] awareness tentang dengue terus dilakukan,” kata Tiffany Tiara Pakasi, Plt Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Kementerian Kesehatan, dalam bincang bersama Takeda, Rabu (20/7).

Sementara itu, Anggraini Alam, Ketua UKK Infeksi dan Penyakit Tropis Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), mengingatkan persoalan DBD tidak hanya jumlah trombosit drop.

Menurutnya, DBD adalah penyakit dinamis di mana pasien tanpa menunjukkan tanda bahaya DBD pun bisa berkembang jadi gejala DBD berat. Kelompok mana yang rentan mengalami gejala berat hingga fatal? Sebenarnya tidak mudah diprediksi pasien mana yang bakal mengalami perburukan gejala, sebab 1 dari 20 pasien DBD dapat berkembang jadi gejala berat hingga fatal.

“Tentunya kita mesti hati-hati, biasanya pasien dengan komorbid apalagi bayi, kelompok tersebut bisa jadi gejala DBD berat,” imbuhnya dalam kesempatan serupa.

Dokter spesialis anak yang akrab disapa Anggi ini pun memberikan tanda bahaya DBD yang patut diwaspadai orang tua. Tanda bahaya DBD bisa dikenali saat transisi fase demam ke fase kritis.

1. Tidak ada perbaikan kondisi klinis meski suhu badan turun misal anak semakin diam, terlihat lemah, tubuh tidak nyaman.
2. Anak susah minum
3. Muntah terus
4. Nyeri perut
5. Lethargy, perubahan perilaku, gelisah
6. Wajah pucat, tangan dan kaki dingin serta lembap
7. Perdarahan
8. Jarang buang air kecil bisa dilihat misalnya anak 4-6 jam belum kencing
9. Pembesaran liver lebih dari 2 cm
10. Hasil laboratorium menunjukkan peningkatan Hematokrit (Hct) atau kadar sel darah merah dan penurunan trombosit secara drastis.

Baca Juga :  Hati-hati, Kutil Kelamin Bisa Menular pada Bayi dan Ganggu Pernapasan




Foto: Antara Foto/Kornelis Kaha
Ilustrasi kasus demam berdarah dengue (DBD) pada anak. (ANTARA FOTO/Kornelis Kaha/pd)

Jika orang tua menemukan tanda-tanda klinis atau tanda bahaya DBD yang terlihat, anak harus segera dibawa ke rumah sakit. Namun ada pula kondisi di mana orang tua tak perlu menunggu kemunculan tanda bahaya untuk membawa anak ke fasilitas kesehatan.

“Kalau dengue tapi usia masih bayi, apalagi kurang dari 1-2 tahun, ada komorbid misalnya diabetes melitus penyakit jantung bawaan, penyakit paru atau hati, enggak perlu ada tanda bahaya, langsung lakukan rawat inap,” jelas Anggi.

(els/wiw)

[Gambas:Video CNN]